BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sebagai persiapan menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Jamaah haji KBIHU Khoiru Ummah Kloter SUB 83 dari Kabupaten Banyuwangi mendapat bimbingan manasik, Ahad (25/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh jamaah dari Kloter 83 termasuk KBIHU Khoiru Ummah, mereka dengan penuh antusias mengikuti dan memperdalam pemahaman teknis pelaksanaan ibadah selama fase Armuzna.
Sebagai pemateri dalam kegiatan bimbingan itu, H. Muhlis Lahudin, menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang rangkaian ibadah puncak haji. Menurutnya, cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah sehingga diperlukan kesiapan fisik yang baik.
“Jamaah dihimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola istirahat, serta mengurangi aktivitas yang dapat menguras tenaga agar tetap fit saat menjalani Armuzna,” ujar Muhlis yang juga Ketua PDM Banyuwangi.
Dirinya menambahkan, tahapan ibadah Armuzna bukan hanya sekadar pergerakan dan perpindahan lokasi ibadah saja. Melainkan salah satu rangkaian prosesi yang menjadi titik penentu kesempurnaan dan syarat wajib ibadah haji.
Sementara itu petugas Haji Kloter SUB 83 Banyuwangi, Lukman Hakim menyampaikan, selain pembekalan terkait kesehatan, jamaah juga mendapatkan penjelasan rinci mengenai tata cara pelaksanaan ibadah di Armuzna.
“Disini jamaah dapat pemantapan mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, sampai lontar jumrah di Mina. Materi diberikan agar jamaah memahami alur pelaksanaan ibadah sekaligus mampu menjalankannya sesuai ketentuan syariat, sebelum nanti hari Senin bergerak pindah,” jelasnya.
Suasana bimbingan berlangsung tertib dan khidmat. Para jamaah tampak aktif mengikuti arahan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman terkait tahapan ibadah haji yang akan dijalani dalam beberapa hari ke depan.
Melalui kegiatan manasik Armuzna ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kloter SUB 83 Banyuwangi dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar, aman, dan tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. (Rizkie Andri)

