Merangkai Puzzle Tauhid Murni, Antara Aksioma dan Aksi Nyata

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

677
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Keputusan Muktamar ke-48 tahun 2022, Muhammadiyah secara eksplisit menegaskan pengembangan cara pandang keislaman berlandaskan pada tauhid (al-mabni ‘ala al-tauhid). Namun, menurut Bachtiar Dwi Kurniawan, fondasi tauhid tersebut masih menyisakan sejumlah puzzle yang belum terkodifikasi secara utuh dan sistematis di tingkat akar rumput.

“Tentu kami mengalami kegundahan di sini karena kami hanya mendapatkan referensi sumber dari Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang tauhid itu, dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah yang secara umum,” katanya, yang juga disapa Gus Bach.

Tetapi secara lebih komprehensif, integratif, yang membedakan (yang menjadi distingsi) akidah atau tauhid yang dipahami Muhammadiyah itu seperti apa, belum ada. “Setiap materi tentang tauhid, kita banyaknya eklektik, mengambil dari sana-sini, dan tentunya sangat variatif tergantung pembicara yang diundang,” bebernya.

Di sinilah Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah menemukan titik urgensinya. Apalagi, secara tema, pemfokusannya sangat mendalam sekali. “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.”

“Tema ini sebagai bagian dari ikhtiar kami di dalam mengisi ruang-ruang kosong, puzzle-puzzle yang ada di Muhammadiyah, sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, bisa semakin menguatkan bangunan paham keislaman dan ideologi kemuhammadiyahan itu secara lebih utuh dan komprehensif,” jelasnya di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/2).

Karena itu, sangat dibutuhkan masukan dan berbagai hal ide, gagasan, pemikiran konstruktif, lebih-lebih terkait dengan tauhid, mulai dari tinjauan perspektif filosofis, teologis, dan praksis.

“Bagaimana tauhid itu tidak hanya bentuk aksioma-aksioma normatif tapi juga tauhid yang fungsional yang menjadi dasar kita bergerak di dalam menerjemahkan Islam yang praksis itu sendiri,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah me....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

TAKENGON, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Tengah membuk....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam empat tahun terakhir, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di b....

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), melalui Fakultas Teknik,....

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah