Merangkai Puzzle Tauhid Murni, Antara Aksioma dan Aksi Nyata

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
72
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Keputusan Muktamar ke-48 tahun 2022, Muhammadiyah secara eksplisit menegaskan pengembangan cara pandang keislaman berlandaskan pada tauhid (al-mabni ‘ala al-tauhid). Namun, menurut Bachtiar Dwi Kurniawan, fondasi tauhid tersebut masih menyisakan sejumlah puzzle yang belum terkodifikasi secara utuh dan sistematis di tingkat akar rumput.

“Tentu kami mengalami kegundahan di sini karena kami hanya mendapatkan referensi sumber dari Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang tauhid itu, dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah yang secara umum,” katanya, yang juga disapa Gus Bach.

Tetapi secara lebih komprehensif, integratif, yang membedakan (yang menjadi distingsi) akidah atau tauhid yang dipahami Muhammadiyah itu seperti apa, belum ada. “Setiap materi tentang tauhid, kita banyaknya eklektik, mengambil dari sana-sini, dan tentunya sangat variatif tergantung pembicara yang diundang,” bebernya.

Di sinilah Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah menemukan titik urgensinya. Apalagi, secara tema, pemfokusannya sangat mendalam sekali. “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.”

“Tema ini sebagai bagian dari ikhtiar kami di dalam mengisi ruang-ruang kosong, puzzle-puzzle yang ada di Muhammadiyah, sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, bisa semakin menguatkan bangunan paham keislaman dan ideologi kemuhammadiyahan itu secara lebih utuh dan komprehensif,” jelasnya di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/2).

Karena itu, sangat dibutuhkan masukan dan berbagai hal ide, gagasan, pemikiran konstruktif, lebih-lebih terkait dengan tauhid, mulai dari tinjauan perspektif filosofis, teologis, dan praksis.

“Bagaimana tauhid itu tidak hanya bentuk aksioma-aksioma normatif tapi juga tauhid yang fungsional yang menjadi dasar kita bergerak di dalam menerjemahkan Islam yang praksis itu sendiri,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah -  Dalam memeriahkan malam Hari Raya Idul Adha 1445 H, Angkatan Muda....

Suara Muhammadiyah

18 June 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Siswa siswi TK-KB Aisyiyah 34 Ngagel Kota Surabaya wajahnya sumringah....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim hadri d....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Aisyiyah Surakarta (AISKA) mengadakan Sidang Senat....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulawesi Selatan mela....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024