Milad ke-40 Ummul Mukminin, Sekretaris PP Muhammadiyah Apresiasi Kemajuan Pesantren

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

173
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah M. Izzul Muslimin turut hadir menjadi keynote speker Milad ke-40 tahun pondok pesantren puteri ummul mukminin 'Aisyiyah wilayah Sulawesi selatan.

Momentum Milad ke-40 Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan harus menjadi titik refleksi sekaligus pijakan strategis untuk menyiapkan masa depan pesantren yang lebih unggul, adaptif, dan berkelanjutan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.IP., saat menyampaikan pidato kunci dalam Resepsi Tasyakuran Milad ke-40 Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin (PPPUM) ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan dengan tema “Melintasi Generasi, Menguatkan Komitmen Pesantren Unggul dan Berkemajuan” yang berlangsung di Lapangan Indoor Pondok Pesantren Ummul Mukminin, Jl. KH. Abd Jabbar Asyiri, Sudiang Makassar, Ahad (28/6/2026).

M. Izzul Muslimin menekankan bahwa usia 40 tahun merupakan fase yang sangat penting dalam perjalanan sebuah institusi.

Ia mengaitkan usia tersebut dengan momentum kenabian Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu pada usia 40 tahun, sehingga menurutnya, Milad ke-40 bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari fase kematangan dan kemajuan yang lebih besar.

“Harapan kita setelah 40 tahun, Ummul Mukminin bukan justru meredup, tetapi semakin berkembang, semakin berjaya, dan semakin maju,” ujarnya di hadapan ratusan tamu undangan dan civitas pesantren.

Pada kesempatan tersebut, Izzul Muslimin juga mengenang keterlibatannya dalam proses penciptaan Hymne Ummul Mukminin atas permintaan Direktur Pondok Pesantren Masriwaty Malik.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian lagu hymne tersebut memerlukan waktu lebih dari satu tahun karena menurutnya, karya seni membutuhkan proses perenungan dan penghayatan yang mendalam.

Lebih lanjut, Sekretaris PP Muhammadiyah menilai pemilihan nama “Ummul Mukminin” merupakan keputusan yang sarat makna dan visi perjuangan. Nama tersebut, menurutnya, merujuk pada sosok-sosok perempuan agung dalam sejarah Islam yang menjadi pendamping sekaligus penerus perjuangan Rasulullah SAW.

Ia mencontohkan sosok Sayyidah Khadijah sebagai perempuan yang tidak hanya mendampingi Rasulullah, tetapi juga mengorbankan seluruh harta dan kehidupannya demi perjuangan Islam.

Selain itu, ia juga menyoroti keteladanan Sayyidah Aisyah sebagai perempuan cerdas, ulama, dan pendidik yang kemudian menginspirasi lahirnya organisasi ‘Aisyiyah dalam Muhammadiyah.

“Pemilihan nama Ummul Mukminin bukan sekadar nama, tetapi merupakan cita-cita besar untuk melahirkan perempuan-perempuan beriman, cerdas, dan mampu menjadi pelanjut perjuangan dakwah Islam,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Ummul Mukminin selama empat dekade telah menunjukkan capaian yang luar biasa. Ia menyebut perkembangan jumlah santri yang awalnya hanya berjumlah 17 orang, kini telah mencapai lebih dari 1.200 santri sebagai bukti keberhasilan kaderisasi dan pengelolaan lembaga pendidikan tersebut.

Meski demikian, Izzul Muslimin mengingatkan bahwa momentum milad juga harus menjadi ruang muhasabah atau refleksi bersama. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan sebuah lembaga tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang otomatis berlangsung selamanya.

Untuk memastikan keberlangsungan Ummul Mukminin di masa depan, ia menggarisbawahi empat faktor utama yang harus menjadi perhatian seluruh elemen pesantren dan persyarikatan.

Pertama, kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan zaman. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial berlangsung sangat cepat sehingga setiap lembaga pendidikan harus mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.

Ia mencontohkan perjalanan perkembangan teknologi komunikasi, mulai dari telegram, pager, telepon seluler, Blackberry hingga smartphone berbasis Android, yang menunjukkan bahwa tidak ada satu teknologi pun yang akan bertahan selamanya apabila gagal beradaptasi dengan perubahan.

“Kalau kita tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan tertinggal dan digilas oleh perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Kedua, ia mengingatkan pentingnya menghindari mismanagement atau kesalahan tata kelola organisasi. Menurutnya, tata kelola yang baik harus dibangun melalui kepemimpinan yang adaptif, terbuka, partisipatif, dan mengedepankan musyawarah.

“Di Muhammadiyah, yang kita cari bukan suara terbanyak, tetapi keputusan terbaik. Karena belum tentu yang terbanyak itu yang paling benar,” ujarnya.

Ketiga, ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh keberhasilannya menyiapkan generasi penerus yang kompeten dan memiliki pengalaman kepemimpinan yang memadai.

“Kita tidak hidup selamanya. Karena itu, estafet kepemimpinan harus dipersiapkan sejak dini agar organisasi tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Keempat, Izzul Muslimin mengingatkan pentingnya kemampuan mengelola konflik. Menurutnya, konflik merupakan hal yang alamiah dalam kehidupan manusia dan organisasi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana konflik tersebut dikelola agar tidak berkembang menjadi perpecahan.

Ia mencontohkan runtuhnya Yugoslavia akibat kegagalan dalam mengelola konflik internal, sekaligus membandingkannya dengan Indonesia yang hingga kini mampu mempertahankan persatuan di tengah keberagaman yang sangat kompleks.

“Konflik bukan untuk dihindari, tetapi harus dikelola dengan baik agar tidak menghancurkan organisasi,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Sekretaris PP Muhammadiyah berharap Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin dapat terus berkembang dan menjadi model pengembangan pesantren putri unggulan, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga berharap pesantren tersebut terus melahirkan kader-kader perempuan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang unggul, berkemajuan, serta mampu berkiprah di tingkat nasional maupun global.

“Mudah-mudahan Ummul Mukminin akan terus melahirkan kader-kader ‘Aisyiyah yang luar biasa, menjadi pelopor dakwah Islam, dakwah Muhammadiyah, dan dakwah kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Ummul Mukminin Masriwaty Malik, menyampaikan bahwa semarak milad telah terlaksana sebelumnya dengan menghadirkan beberapa rangkaian kegiatan mulai pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, pawai gerak jalan santai disusul pembukaan bazar dan pameran, bazar murah dan seminar pendidikan serta ditutup dengan resepsi puncak Milad 28 Juni 2026 hari ini.

Ia menyebut resepsi milad ini sebagai momentum bermuhasabah diri untuk terus berbenah dan menguatkan dakwah pendidikan pesantren mendatang.

"Mari kita terus bermuhasabah dan berbenah, 40 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Selama empat dekade, Ummul Mukminin telah melintasi berbagai zaman, menghadapi berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan perubahan," ungkapnya.

Masriwaty pula mengutip Surah Ibrahim 24-25, Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

Ayat diatas dikaitkan sehingga menjadi ilustrasi pondok pesantren ummul mukminin senantiasa meningkat kuat dan menguatkan, 40 tahun dalam kebersamaan.

Lebih lanjut, Masriwaty Malik menegaskan bahwa hari ini bukan sekadar memperingati bertambahnya usia sebuah lembaga pendidikan. Hari ini adalah momentum untuk mengenang jejak perjuangan para pendiri, para pewakaf, para pimpinan, guru, dan seluruh pihak yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, bahkan hartanya demi berdirinya Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin.

"Kita reflesikan sejarah berdirinya yang begitu banyak kenangan, mulai dari pohon mangga hingga menjadi cahaya peradabaan dan mencetak ribuan alumni unggul yang sudah tersebar ke seluruh pelosok," tambahnya.

Dengan demikian, ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak sehingga ummul mukminin bisa menggelar tasyakuran milad ke-40 tahun.

"Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendiri, para pewakaf, khususnya keluarga almarhumah Hj. Athirah Kalla, para sesepuh aisyiyah, para pimpinan terdahulu, guru, karyawan, alumni, orang tua santri, serta seluruh pihak yang selama empat puluh tahun telah menjadi bagian dari perjalanan besar Ummul Mukminin. Semoga setiap langkah pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat," harapnya.

Turut hadir pada resepsi Milad ke-40 ini Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, Biro Kesra Mewakili Gubernur Sulsel, Staf Ahli Wali Kota Makassar Ahmad Namsum, Sekretaris PW Muhammadiyah Sulsel Rakhim Nanda, Ketua PW Aisyiyah Sulsel Mahmudah, Rektor Insitut Aisyiyah Sulsel Nurhayati Azis, Kyai Pondok Pesantren Drs. KH. Jalaluddin Sanusi, para sesepuh Aisyiyah dan Pesantren Ummul Mukminin.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah, Ketua FKPP Makassar Hj. Nurfajri Fadli Luran, Kasi Pontren Kementerian Agama Makassar H. Hasan Pinang, Ketua MUI Kota Makassar Prof Muhammad Sabir, LP2M PW Muhammadiyah Sulsel, Ketua PDM Makassar, Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah se-Sulsel, Direktur Biota Wisata Travel Haji dan Umrah, Lazismu Sulsel, Mitra Perbankan Syariah, Kementerian Agama Makassar, Dinas Pendidikan Makassar, Pengurus Ikatan Alumni Ummul Mukminin (IAUM), para Alumni Lintas Generasi, Pimpinan, Guru, Karyawan, Santriwati Ummul Mukminin dan seluruh tamu undangan lainnya. 

Kegiatan ini pula dirangkaikan dengan peresmian Guest House Ummul Mukminin. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam mendidik serta memantau perkembangan anak, para orang tua ....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 81 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) ....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) menerima kunjungan ke....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Inovasi dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembal....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut kedatangan....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah