MLH PDM Rembang Gelar Halaqoh Pemanfaatan Air Hujan

Publish

28 December 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1351
Foto Istimewa

Foto Istimewa

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki musim hujan, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rembang menyelenggarakan Halaqoh Pemanfaatan Air Hujan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/12) di Masjid Al Hamid, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan krisis air yang semakin meningkat di beberapa wilayah di Rembang.

Salah satu penyebab krisis air yaitu luas hutan yang semakin berkurang dan lingkungan pemukiman yang kurang memiliki ruang terbuka untuk meresapkan air hujan. Dengan halaqoh ini diharapkan peserta mendapat ilmu tentang pentingnya menangkap air hujan sekaligus dapat menerapkan di lingkungannya.

Rahmanta, S.Pd, Ketua MLH Rembang merangkap Ketua Panitia mengawali dengan sambutan. Ia mengungkapkan jika air hujan yang merupakan rahmat Allah tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan bencana, seperti kekeringan, banjir, dan tanah longsor.

Sebanyak tiga narasumber terlibat dalam halaqoh yang dihadiri oleh 60 peserta tersebut. Narasumber pertama yaitu Ika Himawan Affandi, S.T.P, M.M, yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang. Ika menyampaikan apresiasi yang positif atas digelarnya kegiatan ini. “DLH berharap dapat berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam mewujudkan program pemanfaatan air hujan. Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti sampai halaqoh ini saja, harus ada tindak lanjut di lingkungan masing-masing”, ungkapnya.

Ia berpesan bahwa air hujan harus dimasukkan ke tanah, jangan langsung ke laut. Untuk memasukkan air hujan, dapat dilakukan dengan membuat lubang biopori, sumur resapan, dan menanam pohon.

Narasumber kedua ialah Drs. Nursalim, M.Hum yang merupakan pemerhati lingkungan sekaligus Sekretaris PDM Rembang. Ia membahas air hujan dari sisi kajian aqidah, ibadah, dan akhlaq. “Air hujan adalah rahmat Allah, seperti firman-Nya dalam Al Qur’an. Salah satunya di Surat Al -A’raf ayat 57 yang artinya ‘Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran’.”

Agung Yuswanto Ahmad, seorang pemerhati lingkungan, jurnalis dan penulis menjadi narasumber terakhir. Ia mengingatkan tentang krisis air global yang semakin mengancam dunia. Lalu ia menyampaikan pengalamannya dalam mengapliaksikan sumur resapan di lingkungan rumahnya. Terakhir, Agung memaparkan teknik membuat sumur resapan untuk skala rumah tangga.

Seluruh peserta yang merupakan perwakilan dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah dan organisasi otonom se-Kabupaten Rembang aktif mengikuti halaqoh dan memberikan pertanyaan yang dijawab dengan antusias oleh narasumber.

Di akhir kegiatan halaqoh, peserta diajarkan untuk praktik membuat sumur resapan di halaman masijd. (Muslikhah Fajriyati)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam dua pekan terakhir, empat kecelakaan bus rombongan study ....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

Hadirkan Mural Inspiratif dan Apresiasi Pengunjung Aktif MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Perpus....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mengajar Al-Qur’an tidak perlu menunggu paham semuanya, apa yang....

Suara Muhammadiyah

12 March 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Hari raya Idul Adha 1445 H., RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka ....

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kondisi emosional anak-anak Indonesia saat ini dinilai memprihat....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah