Momentum Kartini, PSIPP ITB-AD dan Kementerian UMKM Dorong Pemberdayaan Perempuan

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

457
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Upaya memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi terus digencarkan. Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Inklusif di Hotel Citra Dream Bintaro, Tangerang Selatan, pada 20–21 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perempuan ultra mikro binaan ITB-AD hasil dari praktik ‘Kemuhammadiyahan Teologi al-Mu’an Berperspektif Perempuan atau TABP’, calon wirausaha muda, hingga pelaku UMKM berbasis komunitas seperti ‘Aisyiyah dari Depok, Ciputat, dan Pamulang, Alimat-KUPI, serta peserta dari luar daerah seperti Rohani selaku Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kedaton, Lampung. Pelatihan ini tidak sekadar forum belajar, tetapi juga ruang bertumbuh bagi perempuan untuk memperkuat usaha dan kemandirian ekonomi.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Firdaus, dalam sambutannya menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Ia menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi tuntutan legalitas dan standar produk ke depan.

“Nomor Induk Berusaha (NIB) wajib dimiliki sebelum masuk ke tahap berikutnya seperti BPOM dan sertifikasi halal. Apalagi, mulai 17 Oktober 2026, produk UMKM, khususnya di Tangerang Selatan, harus sudah bersertifikasi halal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PSIPP ITB-AD Jakarta, Yulianti Muthmainah, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan yang berkelanjutan, sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian UMKM yang diinisiasi sejak November 2025. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga pendampingan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Teologi al-Mu’an Berperspektif Perempuan atau TABP, sebagai praktik mata kuliah Kemuhammadiyahan, merupakan model filantropi Islam non karitatif yang berbasis observasi keluarga miskin (duafa) yang dikepalai perempuan dengan 30 indikator, melakukan peta desa dengan pelibatan warga, wawancara mendalam dengan duafa (perempuan miskin) terpilih hasil peta desa, penggalangan dana dengan cara berjualan produk hasil buatan mahasiswi/a atau penggalangan proposal, dan penyaluran bantuan tanpa dana tunai yang disesuaikan kebutuhan dan keahlian duafa. Semua dilakukan dengan pelibatan mahasiswi/a untuk menumbuhkan empati dan kewirausahaan mahasiswi/a yang dikembangkan kampus ITB-AD  sejak 2016, dan berhasil menciptakan  usaha baru, pemberdayaan ekonomi  perempuan tulang punggung keluarga.

Bantuan yang diberikan TABP misalnya mesin cuci bagi duafa perempuan buruh cuci harian keliling, kulkas untuk duafa penjual es yang tidak punya kulkas, sepeda, gerobak, kompor, alat masak, dan lainnya. Ini semua sebagai bentuk intervensi sederhana namun berdampak nyata dalam meningkatkan efisiensi kerja dan penyediaan sarana produktif yang bisa langsung digunakan untuk meningkatkan penghasilan perempuan duafa. 

Yulianti mengatakan bahwa ‘tujuan PSIPP ITB-AD menggandeng Kemen UMKM guna memastikan ibu-ibu yang telah dibantu TABP tersebut tidak terputus usahanya hanya karena mata kuliah Kemuhammadiyah selesai. "Mereka penting diberikan pelatihan, peningkatan kapasitas, jaringan, hingga teknis agar usaha mereka melesat," jelasnya.

Selain itu, peserta juga dibekali materi praktis mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, penyusunan rencana usaha, hingga pemasaran digital oleh Kemen UMKM. Literasi keuangan ditekankan sebagai fondasi penting kesejahteraan keluarga, sementara penguatan visi usaha dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Hadir pula Biro UMKM Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang terlibat memberikan arahan tentang pembuatan izin usaha maupun proses pendaftaran sertifikasi halal. 

Pada akhirnya, melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha mikro, khususnya perempuan, tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong ekonomi inklusif yang berkeadilan—di mana perempuan tidak lagi sekadar pelaku, tetapi juga penggerak utama ekonomi keluarga dan masyarakat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Wisata Dakwah Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara (PWA Sumut)....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Sangat spesial, Tim 3 Safari Tarawih Keliling yang diketuai  H .Sa....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah — Memeriahkan hari jadinya yang ke-4, Universiti Muhammadiyah Malay....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada akhir pekan tanggal 24-26 Mei 2024, Bidang IMMawati PK IMM FKIP U....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menyeleng....

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah