Monev Tabligh Komunitas Muallaf PCA Tegalrejo Yogyakarta untuk Tabligh yang Semakin Dekat dan Menggembirakan
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menutup rangkaian acara Monev Tabligh Komunitas MTK (Majelis Tabligh dan Ketarjihan) PWA DIY melakukan kunjungan dalam acara pengajian Komunitas Muallaf PCA Tegalrejo Kota Yogyakarta. Pada Ahad 4 Oktober 2026, di ruang Multimedia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta di Jln. Gotongroyong II Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Dihadiri oleh MTK PWA DIY, MTK PDA Kota Yogyakarta serta pengurus dan jamaah komunitas. Komunitas mualaf tersebut bernama "Sahabat Muhajirin Tegalrejo" yang kegiatannya berpusat di Ma'had Tahfidz Ibnu Juraimi. Meski nama resmi baru dirilis tahun 2026 ini, tetapi kegiatan sudah mulai dilakukan sejak 2019 sebelum pandemi Covid-19 merebak. Kegiatan komunitas di tingkat cabang pada awalnya dilaksanakan setahun sekali, pada setiap Bulan Ramadhan sekaligus untuk penyerahan santunan.
Ke depan sudah diagendakan kegiatan rutin pembinaan setiap bulannya. Selain itu beberapa ranting melaksanakan pembinaan rutin setiap bulannya agar lebih dekat dan lebih mudah dijangkau oleh jamaah. Materi kegiatan beragam mulai dari penguatan aqidah dan ibadah, pembinaan akhlak dan muamalah, belajar membaca dan tadarus Al-Qur'an, dan lain-lain.
Dalam sambutannya, Ketua PCA Tegalrejo Ĥj. Zuhriyah, SE, MLIS menyampaikan rasa syukurnya kegiatan Monev Tabligh Komunitas MTK PWA DIY sekaligus pengajian dapat dilaksanakan pada komunitas muallaf yang diinisiasi oleh PCA Tegalrejo melalui MTK PCA sebagai leading sector/penggerak utamanya. "Terima kasih pada semua jamaah Sahabat Muhajirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir di acara ini. Mohon bimbingan MTK PWA dan PDA agar bisa mengembangkan kegiatan pendampingan mualaf PCA Tegalrejo agar lebih baik dan lebih maksimal,” ungkapnya.
Sambutan Ketua MTK PDA Kota Yogyakarta disampaikan oleh Dra. Hj. Mulyani Munir, mengungkapkan apresiasinya dengan adanya tabligh komunitas muallaf di PCA Tegalrejo, dan sudah berkenan untuk dimonev oleh MTK PWA DIY mewakili PDA Kota Yogyakarta.
Mulyani juga menyampaikan selamat kepada para muallaf yang sudah berkenan bergabung dalam komunitas "Sahabat Muhajirin Tegalrejo", komunitas yang pesat perkembangannya.
"Insya Allah dengan aktif dalam komunitas ini akan menambah kekuatan iman. Jangan pernah merasa menjadi orang baru apalagi merasa sendirian, karena dalam komunitas kita akan terus sama-sama belajar. Jadikan komunitas ini seperti rumah yang nyaman dengan teman-teman yang saling menguatkan dan menggembirakan, karena komunitas ini memiliki tujuan bersama yaitu untuk meneguhkan iman. Menjadi rumah tempat yang dirindukan," pesannya menguatkan.
Pelaksanaan Monev Tabligh Komunitas "Sahabat Muhajirin Tegalrejo" dipandu oleh Penanggung jawab Tabligh Komunitas 'Aisyiyah DIY, Dra. Hasta Dewi. Hasta yang juga Ketua MTK PWA DIY mengemukakan bahwa Monev penting dilakukan untuk memantau kegiatan komunitas tiap daerah/cabang, mensupport dakwah pembinaan mualaf, sekaligus meninjau secara langsung kegiatan-kegiatannya.
Karena setiap kegiatan perlu adanya perencanaan yang sistematis, pelaksanaan yang terukur dan evaluasi, agar berjalan semakin baik dengan hasil yang maksimal. Selanjutnya Hasta berpesan agar kegiatan-kegiatan tabligh komunitas semakin berkembang perlu dilakukan kegiatannya lintas majelis, rutin dan berkelanjutan. Agar jamaah bisa naik kelas, meningkat kemampuannya, tidak selamanya muallaf, berharap bisa menjadi muslim sepenuhnya kuat dan mantap dalam ber-Islam, bahkan sangat terbuka peluang untuk menjadi pendakwah.
Hasta juga mengingatkan PDA harus melakukan pembinaan rutin komunitas di setiap cabang yang memiliki tabligh komunitas seperti PCA Tegalrejo. Juga memberi supports tumbuhnya komunitas-komunitas lain seperti komunitas janda, komunitas, seniman, pedagang dan lain-lain. Monev juga diisi dengan beberapa testimoni para jamaah muallaf dengan pengalaman yang sangat menyentuh terutama pengalamannya setelah ber-Islam.
Pengajian untuk komunitas muallaf "Sahabat Muhajirin Tegalrejo" disampaikan oleh Siti Khairiyah, S. Ag. (Ketua BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah 'Aisyiyah "Humaira" PWA DIY) dengan tema kajian "Bergabung di Komunitas untuk Menguatkan Aqidah dan Ibadah". Khairiyah mengemukakan bahwa menjadi mualaf bukan pindah agama, namun kembali pulang ke rumah, karena sejatinya sebelum lahir sudah ada perjanjian dengan Allah SWT bahwa semua manusia itu asalnya Islam. Tetapi dalam proses perjalanan hidupnya di dunia banyak hal yang bisa mengubahnya.
Sejak bersyahadat, seorang muslim ibarat menjadi memiliki sebuah kavling belum ada rumahnya, agar bisa ditempati maka harus dibangun sebuah sebuah bangunan di atasnya. Bangunan tersebut bisa berdiri dengan sholat. Dan untuk melengkapi peralatan dalam rumah sekaligus memperindahnya dengan dzikir dan doa.
Selanjutnya Khairiyah mengemukakan bahwa agar rumah terawat harus selalu memperdalam pengetahuan keislaman. “Dan untuk menjaga semangat adalah dengan menjaga hubungan baik dengan sesama saudara senasib seperjuangan seperti dalam Komunitas ‘Sahabat Muhajirin Tegalrejo’ ini. Persaudaraan dalam merawat dan menjaga iman sampai akhir kehidupan,” tegasnya.
(S. Intani)

