Muhadjir Effendy: Muhammadiyah Pada Peran Kebangsaan Wujudkan Umat Terbaik

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

1277
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., menegaskan Muhammadiyah harus menempatkan diri sebagai entitas umat terbaik. Hal ini sesuai dengan yang disebut di dalam al Qur’an, surat Ali Imran ayat110, sekaligus menjadi umatan wasathan sebagaimana disebut dalam surat al Baqarah 143.

Hal ini ia sampaikan pada sesi materi terakhir Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 1446 H yang berlangsung di Auditorium K.H Ahmad Azhar Bashir Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (08/03/2025). Materi tersebut mengangkat tema Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan Tinjauan Praktis Politik dan Ekonomi Sekaligus Tinjauan Masyarakat dan Kebangsaan.

Muhadjir menjelaskan bahwa dalam tafsir Ibnu Katsir, istilah khaira ummah merujuk pada Al-Ummah Al-Muhammadiyah. Umat terbaik ini memiliki tujuh pilar kekuatan, yaitu akidah, ibadah, akhlak, jama’ah (persatuan), ilmu, maal (harta atau ekonomi), dan aslihah (perbaikan atau reformasi).

"Sejak didirikannya, Muhammadiyah mengalami transformasi menjadi lebih konfrontatif terhadap pemerintah kolonial seiring dengan menguatnya kemerdekaan. Peran kemasyarakatan dan kebangsaan Muhammadiyah dari waktu ke waktu adalah nyata. Tidak pernah surut tetapi terus mengalami perkembangan yang pesat dan dinamis," pungkasnya.

Muhadjir juga mengatakan bahwa peran kemasyarakatan dan kebangsaan Muhammadiyah dari waktu ke waktu adalah nyata. Tidak pernah surut tetapi terus mengalami perkembangan yang pesat dan dinamis seiring dengan tantangan yang dihadapi. 

“Konsen Muhammadiyah sejak awal berdirinya terpusat kepada tiga bidang yaitu pendidikan, kesehatan dan penolong kesengsaraan umum (PKOe). Sedangkan di bidang ekonomi belum menjadi prioritas,” ujarnya.

Untuk menopang biaya ketiganya hanya mengandalkan infak dan sadaqah dan kemurahan para dermawan, para pengurus, anggota dan simpatisan serta sedikit bantuan pemerintah Hindia Belanda. Sehingga pada muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar 2015, Muhammadiyah menetapkan bidang ekonomi menjadi pilar keempat gerakan persyarikatan Muhammadiyah.

Muhadjir menekankan bahwa sebagai bagian dari kekuatan Islam Wasathiyah, Muhammadiyah harus terus melakukan refleksi kritis serta secara berkelanjutan merekonstruksi pemikiran wasathiyahnya. Selain itu, perlu dilakukan reorientasi terhadap arah perjuangan serta reaktualisasi gerakan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Konsep wasathiyah ini tidak hanya dimaknai sebagai moderasi, keseimbangan, dan keadilan, tetapi juga sebagai keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Muhadjir menambahkan dalam meningkatkan kekuatan ekonomi perlu adanya sebuah jaringan. Sehingga Muhammadiyah sednag mmebuat jaringan ekonomi yaitu Mentari Mart. Turut hadir narasumber lain Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah Dr. Imam Addaruqutni, M.Ag., dan Ketua MPW PP Muhammadiyah Dr. Amirsyah Tambunan, M.A. (n)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah akan mulai menerapkan bahan bakar biodiesel B50 pad....

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

Berita

Empat Pesan Haedar Nashir dalam Syawalan IMM JAKARTA, Suara Muhammadiyah —Dewan Pimpinan Pusa....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keberadaan aktor menjadi hal yang amat penting bagi sebuah me....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Berita

Dekan FAI UM Bandung Tegaskan Pentingnya Toleransi dan Keadilan BANDUNG, Suara Muhammadiyah –....

Suara Muhammadiyah

21 December 2024

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Pengajian Triwulan Hari BerMuhammadiyah putaran ke-8 Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah