Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Penguatan Jaring Pengaman Sosial Bagi Pekerja

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

646
Dok SM

Dok SM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Jumat, 24 April 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi menandatangani Nota Kesepahaman di Aula Lantai 3 Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro No. 23, Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.

Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada perlindungan dasar pekerja, tetapi juga memperluas layanan ke sektor keuangan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, diharapkan akses layanan jaminan sosial dan pekerjaan bagi pekerja menjadi lebih mudah, sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan melalui penguatan soft skill dan hard skill. Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem yang mampu menghadirkan layanan yang otomatis terhubung, sehingga pekerja tidak hanya mendapatkan jaring pengaman sosial, tetapi juga kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam amanatnya menegaskan bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah penting yang akan segera ditindaklanjuti secara konkret. Ia menyoroti bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan yang bergerak di berbagai bidang memiliki keterlibatan besar terhadap tenaga kerja, sehingga kebutuhan akan sistem perlindungan yang komprehensif menjadi sangat mendesak.

Haedar juga menggarisbawahi bahwa dinamika ketenagakerjaan di Indonesia masih menyisakan kerentanan. Munculnya berbagai serikat dan gerakan buruh menunjukkan bahwa persoalan tenaga kerja belum sepenuhnya terselesaikan, tidak hanya terkait pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, tetapi juga menyangkut tempat tinggal dan kualitas hidup secara menyeluruh. Oleh karena itu, kerja sama ini dinilai strategis dalam mendorong terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang lebih luas.

Dalam konteks global, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini tengah menghadapi tekanan yang semakin berat. Untuk itu, ia menekankan dua hal penting. Pertama, perlunya pengelolaan anggaran yang aman dan efisien. Anggaran besar, menurutnya, bukanlah simbol kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab melalui sistem yang transparan dan efektif. Muhammadiyah, dengan pengalaman panjangnya, dinilai memiliki kapasitas dalam pengelolaan sistem tersebut.

Kedua, pentingnya mendorong kerja-kerja kreatif dan produktif sebagai fondasi kemajuan bangsa. Di tengah perubahan zaman yang cepat, pendekatan kerja yang inovatif diyakini mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Kerja sama ini pada akhirnya mencerminkan semangat Islam Berkemajuan, sebuah pandangan yang menekankan kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan sebagai pilar utama dalam membangun kehidupan pekerja yang berkeadaban. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Ribuan peserta memadati Alun-Alun Klaten dalam kegiatan fun walk ....

Suara Muhammadiyah

1 June 2026

Berita

Cerminan Ekosistem Akademik yang Inovatif dan Kolaboratif YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Emp....

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah secara resmi mengukuhkan jajaran ....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah M....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengukuhkan lima guru bes....

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah