Muhammadiyah dan Perlis, Pasak Kekuatan Islam Asia Tenggara

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

1807
Pertemuan Muhammadiyah dengan Negeri Perlis

Pertemuan Muhammadiyah dengan Negeri Perlis

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi menyambut dengan hangat kunjungan Negeri Perlis di Sekar Kedaton Yogyakarta, Ahad (24/9). Dalam kesempatan itu, Haedar mengucapkan terima kasih kepada Negeri Perlis atas peran penting dalam usaha mendirikan Kampus Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Pendirian kampus ini menjadi salah satu langkah positif dalam rangka mengaktualisasikan misi internasionalisasi gerakan Muhammadiyah. “Sokongan mereka yang besarlah yang memungkinkan UMAM dapat berdiri dengan kokoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haedar juga menyampaikan bahwa eksistensi Muhammadiyah dan Negeri Perlis menjadi manifestasi dari model pemahaman agama Islam yang bersifat inovatif. Dirinya juga menegaskan jika agama Islam harus diinterpretasikan dengan cara transparan, modern, dan relevan sesuai dengan zamannya.

“Muhammadiyah dan Negeri Perlis harus menjadi kekuatan Islam yang lahir di Asia Tenggara yang dapat mengenalkan Islam yang mendamaikan. Kita bisa bergandengan tangan mengenalkan Islam yang mencerahkan semesta,” tuturnya.

Di sisi lain, Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini juga menyigi hal ihwal relevansinya dalam misi memperat tautan antara Muhammadiyah dengan Negeri Perlis. Haedar mengatakan bahwa krusial bagi jajaran elit Muhammadiyah dan Perlis untuk membangun jembatan antara generasi muda keduanya. Ini tidak lain untuk memperkokoh ikatan persaudaraan (ukhuwah) dalam tempo jangka panjang.

“Kita harus membangun hubungan antar generasi muda di antara Muhammadiyah dan Perlis. Kita harus menjadi wasilah atau jembatan agar hubungan ini makin erat di masa depan,” ucapnya.

Haedar menekankan bahwa persoalan khilafiyah tidak harus menjadi titik perpecahan. Muhammadiyah memegang pemahaman kuntum khair ummah, yang menekankan pentingnya menjadi umat terbaik yang menebar manfaat bukan mafsadat. Selain itu, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang adaptif terhadap local wisdom (kearifan lokal), tetapi tetap teguh dalam memegang nilai-nilai agama.

Terakhir, Haedar Nashir berharap agar hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan Negeri Perlis akan terus berkembang. Ini adalah langkah penting dalam menjadikan Islam di Asia Tenggara sebagai kekuatan yang mencerahkan dan mendamaikan. (ppmuh/cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – SMK Muhammadiyah Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat Probins....

Suara Muhammadiyah

5 September 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resm....

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

Berita

Simbol Kekuatan Ukhuwah dan Syiar Dakwah MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ratusan warga dan simpatisa....

Suara Muhammadiyah

5 December 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Politeknik ’Aisyiyah Sumatera Barat kembali menggelar proses....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah