Muhammadiyah dan Perlis, Pasak Kekuatan Islam Asia Tenggara

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

1780
Pertemuan Muhammadiyah dengan Negeri Perlis

Pertemuan Muhammadiyah dengan Negeri Perlis

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi menyambut dengan hangat kunjungan Negeri Perlis di Sekar Kedaton Yogyakarta, Ahad (24/9). Dalam kesempatan itu, Haedar mengucapkan terima kasih kepada Negeri Perlis atas peran penting dalam usaha mendirikan Kampus Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Pendirian kampus ini menjadi salah satu langkah positif dalam rangka mengaktualisasikan misi internasionalisasi gerakan Muhammadiyah. “Sokongan mereka yang besarlah yang memungkinkan UMAM dapat berdiri dengan kokoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haedar juga menyampaikan bahwa eksistensi Muhammadiyah dan Negeri Perlis menjadi manifestasi dari model pemahaman agama Islam yang bersifat inovatif. Dirinya juga menegaskan jika agama Islam harus diinterpretasikan dengan cara transparan, modern, dan relevan sesuai dengan zamannya.

“Muhammadiyah dan Negeri Perlis harus menjadi kekuatan Islam yang lahir di Asia Tenggara yang dapat mengenalkan Islam yang mendamaikan. Kita bisa bergandengan tangan mengenalkan Islam yang mencerahkan semesta,” tuturnya.

Di sisi lain, Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini juga menyigi hal ihwal relevansinya dalam misi memperat tautan antara Muhammadiyah dengan Negeri Perlis. Haedar mengatakan bahwa krusial bagi jajaran elit Muhammadiyah dan Perlis untuk membangun jembatan antara generasi muda keduanya. Ini tidak lain untuk memperkokoh ikatan persaudaraan (ukhuwah) dalam tempo jangka panjang.

“Kita harus membangun hubungan antar generasi muda di antara Muhammadiyah dan Perlis. Kita harus menjadi wasilah atau jembatan agar hubungan ini makin erat di masa depan,” ucapnya.

Haedar menekankan bahwa persoalan khilafiyah tidak harus menjadi titik perpecahan. Muhammadiyah memegang pemahaman kuntum khair ummah, yang menekankan pentingnya menjadi umat terbaik yang menebar manfaat bukan mafsadat. Selain itu, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang adaptif terhadap local wisdom (kearifan lokal), tetapi tetap teguh dalam memegang nilai-nilai agama.

Terakhir, Haedar Nashir berharap agar hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan Negeri Perlis akan terus berkembang. Ini adalah langkah penting dalam menjadikan Islam di Asia Tenggara sebagai kekuatan yang mencerahkan dan mendamaikan. (ppmuh/cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan menjadi tuan rumah seminar nasional pra-Ta....

Suara Muhammadiyah

21 December 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menjadi tuan ruma....

Suara Muhammadiyah

30 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan selamat atas hari lahir (harl....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat menggelar ....

Suara Muhammadiyah

3 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam menyambut usia ke-113 Persyarikatan Muhammadiyah, Pesan....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah