GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat basis ideologi dan kualitas kader melalui pembukaan kegiatan Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur, Kamis (29/1/2026), di Auditorium Masjid Darul Arqam.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) ini mengusung tema “Transformasi SDM Muhammadiyah Gorontalo Melalui Penguatan Ideologi dan Peningkatan Kualitas Kader Berkemajuan”.
Agenda pembinaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 1 Februari 2026, bertepatan dengan 10–13 Sya’ban 1447 Hijriah.
Ketua Panitia Pelaksana, Djafar Asyari, menjelaskan bahwa Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkokoh fondasi ideologis kader sekaligus meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam menghadapi dinamika zaman.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan kader yang adaptif, berkarakter, dan siap membawa Muhammadiyah tetap relevan dan berkemajuan,” ujarnya dalam laporan panitia.
Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah
Gorontalo yang diwakili oleh Drs. Yusnan J. Ekie, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kader merupakan pilar utama keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, Baitul Arqam memiliki peran vital dalam menjaga ruh perjuangan dan kesinambungan nilai-nilai persyarikatan.
“Keberlangsungan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas kadernya. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kader memiliki pemahaman ideologi yang kokoh dan mampu mengimplementasikannya secara nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Penguatan ideologi juga menjadi sorotan dalam sambutan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah yang disampaikan oleh Moh. Irfan Islami, M.M. Ia menekankan bahwa transformasi sumber daya manusia Muhammadiyah harus berangkat dari fondasi ideologis yang kuat dan berkelanjutan.
“Ketika ideologi kader kuat, maka peningkatan kualitas, kapasitas, dan profesionalisme akan berjalan seiring. Inilah kunci agar Muhammadiyah tetap berkemajuan dan relevan lintas generasi,” tuturnya.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya, M.H., jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Provinsi Gorontalo, serta Direktur RS Siti Khadijah Kota Gorontalo beserta jajaran.
Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan prosesi serah terima peserta dari Ketua PW Muhammadiyah Gorontalo kepada Master of Training, menandai dimulainya secara resmi rangkaian Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur.

