Muhammadiyah Green Advocation Dorong Sustainable Green Mining demi Keadilan Ekologis

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

833
Istimewa

Istimewa

KENDARI, Suara Muhammadiyah - Gerakan dakwah lingkungan Muhammadiyah memasuki tahap baru dengan ditutupnya Training Muhammadiyah Green Advocation bertema Green Mining dan Keadilan Ekologis untuk Hutan Lestari. Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, menegaskan bahwa MLH di bawah kepemimpinan Azrul Tanjung, SE., M.Si., akan memperkuat dakwah lingkungan melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan.

“Dakwah lingkungan tidak boleh berhenti pada wacana. Muhammadiyah harus hadir untuk menguatkan umat dan menjaga bumi,” ujar Djihadul, Ahad (16/11).

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci, yakni Dr. Hanafi S. Guciano, Syamsul Hidayat, Ph.D, Prof. Dr. Lily Surraya E., dan Rijal Ramdani, Ph.D yang memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai tata kelola tambang berkelanjutan dan keadilan ekologis.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, MLH PP Muhammadiyah bersama PWM Sulawesi Tenggara meluncurkan Green Mining Watch, sebuah inisiatif pemantauan pertambangan berkelanjutan yang menekankan transparansi, keberlanjutan, dan keadilan ekologis. Kota Kendari dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu pusat pertambangan nikel terbesar di Indonesia.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, menegaskan bahwa gerakan ini mencerminkan peran baru Muhammadiyah sebagai aktor advokasi lingkungan.

“Kita harus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan adil, berkelanjutan, dan tidak merugikan rakyat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pertambangan yang baik bukan hanya soal keuntungan, tetapi amanah. Merusak lingkungan berarti mengkhianati amanah Allah.”

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Buya Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi MLH.

“Pengelolaan tambang tidak boleh melahirkan ketidakadilan. Umat Islam harus terlibat dan terlindungi, agar kekayaan alam memberi manfaat tanpa merusak kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pemateri pelatihan, Rijal Ramdani, Ph.D, menekankan pentingnya pergeseran Muhammadiyah dari gerakan edukasi menuju advokasi kebijakan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan lingkungan.

Dengan peluncuran Green Mining Watch, Muhammadiyah mempertegas perannya sebagai gerakan moral sekaligus gerakan advokasi kebijakan lingkungan menuju Indonesia yang lebih adil, lestari, dan berkeadilan ekologis.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tanwir 1 Aisyiyah Periode 2022-2027 dibuka dengan penuh meriah, Rabu (....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

LEBONG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu menggelar Konsolidas....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah -- Dalam rangka meningkatkan minat baca tulis santri, Pesantren Ka....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Eny Syatriana, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pada FKIP Univer....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) UAD pada hari Jumat ....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah