Muhammadiyah Green Advocation Dorong Sustainable Green Mining demi Keadilan Ekologis

Publish

18 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
451
Istimewa

Istimewa

KENDARI, Suara Muhammadiyah - Gerakan dakwah lingkungan Muhammadiyah memasuki tahap baru dengan ditutupnya Training Muhammadiyah Green Advocation bertema Green Mining dan Keadilan Ekologis untuk Hutan Lestari. Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, menegaskan bahwa MLH di bawah kepemimpinan Azrul Tanjung, SE., M.Si., akan memperkuat dakwah lingkungan melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan.

“Dakwah lingkungan tidak boleh berhenti pada wacana. Muhammadiyah harus hadir untuk menguatkan umat dan menjaga bumi,” ujar Djihadul, Ahad (16/11).

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci, yakni Dr. Hanafi S. Guciano, Syamsul Hidayat, Ph.D, Prof. Dr. Lily Surraya E., dan Rijal Ramdani, Ph.D yang memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai tata kelola tambang berkelanjutan dan keadilan ekologis.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, MLH PP Muhammadiyah bersama PWM Sulawesi Tenggara meluncurkan Green Mining Watch, sebuah inisiatif pemantauan pertambangan berkelanjutan yang menekankan transparansi, keberlanjutan, dan keadilan ekologis. Kota Kendari dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu pusat pertambangan nikel terbesar di Indonesia.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, menegaskan bahwa gerakan ini mencerminkan peran baru Muhammadiyah sebagai aktor advokasi lingkungan.

“Kita harus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan adil, berkelanjutan, dan tidak merugikan rakyat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pertambangan yang baik bukan hanya soal keuntungan, tetapi amanah. Merusak lingkungan berarti mengkhianati amanah Allah.”

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Buya Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi MLH.

“Pengelolaan tambang tidak boleh melahirkan ketidakadilan. Umat Islam harus terlibat dan terlindungi, agar kekayaan alam memberi manfaat tanpa merusak kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pemateri pelatihan, Rijal Ramdani, Ph.D, menekankan pentingnya pergeseran Muhammadiyah dari gerakan edukasi menuju advokasi kebijakan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan lingkungan.

Dengan peluncuran Green Mining Watch, Muhammadiyah mempertegas perannya sebagai gerakan moral sekaligus gerakan advokasi kebijakan lingkungan menuju Indonesia yang lebih adil, lestari, dan berkeadilan ekologis.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KEDIRI, Suara Muhammadiyah – Cahaya pagi di Masjid Nurul Hikmah, Kota Kediri, menjadi saksi ha....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Keterampilan berbahasa inggris sangat diperlukan sekarang, terutama di ....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - TK Unggulan 'Aisyiyah Mardi Putra Bantul menyelenggarakan acara Akh....

Suara Muhammadiyah

22 June 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

2 January 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pi....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025