Pangsa Pasar Segmentif, Deni Asy'ari: Aisyi Tower Punya Potensi Besar

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1455
Deni Asy'ari. Foto: Cris

Deni Asy'ari. Foto: Cris

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Aisyi Tower Klaten akan segera menjadi babak baru pergerakan perhotelan pertama yang diinisiasi oleh PDA Kota Klaten. Sejak dilakukan ground breaking pada Sabtu (16/11), Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari mengaku optimis akan menjadi pemompa denyut nadi perekonomian Aisyiyah Klaten.

"Keberadaan Aisyi Tower Klaten ini sudah melalui analisa sangat panjang. Kesimpulannya bahwa keberadaannya secara bisnis Insyaallah sangat strategis," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut ada beberapa jangkar alasan yang rasional. Pertama, adanya segmen pasar ideologis, segmentif, dan luas. "Kami melihat secara pasar segmentif, Aisyi Tower memiliki potensi yang sangat strategis," tuturnya.

Karena itu, Deni mengajak ketika Aisyi Tower Klaten sudah berdiri, segenap warga Persyarikatan dapat memanfaatkan. "Sekian banyak warga kita yang selama ini menggunakan hotel-hotel orang lain, mulai saat ini setelah Aisyi Tower bisa dimanfaatkan," sambungnya.

Kedua, secara kompetitor, pangsa pasar perhotelan tidak terlalu ketat. "Berbeda dengan Yogyakarta yang punya kompetitor bisnis perhotelan sangat banyak," tegasnya. Maka, lanjut Deni, hal ini memberikan kans positif untuk menghadirkan Aisyi Tower di Kota Klaten.

"Sering warga yang ingin beraktivitas menginapnya di Solo atau di Yogyakarta. Karena tidak ada alternatif penginapan yang memadai di Klaten. Secara kompetitor, ini memberikan peluang sangat bagus hadirnya Aisyi Tower," katanya.

Ketiga, secara jejaring, sebelum Aisyi Tower, telah hadir SM Tower Malioboro Yogyakarta. Deni memiliki secercah harapan agar di setiap daerah berdiri hal serupa sebagai ikon baru untuk menghidupkan mesin perekonomian. 

"Sekarang ada keinginan besar bagaimana setiap daerah apakah Muhammadiyah dan Aisyiyah hadir branding-branding yang sama yaitu tower-tower yang lainnya dalam bentuk properti perhotelan," ungkapnya.

Semua itu, lanjut Anggota Bidang Pendidikan dan Kader Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ngestiharjo Selatan ini, sebagai pengejawantahan dari amanah Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan. Yakni menjadikan ekonomi sebagai gerakan prioritas.

"Saya sangat takjub ini sebuah keberanian dibawah gerakan ibu-ibu mengawali bisnis tidak kecil, tapi langsung mengambil bisnis yang betul-betul berkelas yaitu properti hotel bernama Aisyi Tower. Ini wujud jihad lil muwajahah bukan lil mu’aradhah," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam Tanfidz Muktamar ke-48, Muhammadiyah menyebutkan bahwa perlun....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

AUSTRALIA, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia secara resmi menya....

Suara Muhammadiyah

30 April 2025

Berita

BANDUNG  Suara Muhammadiyah – Abdul Hakim Ghibran, mahasiswa prodi Psikologi UM Bandung, ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

Oleh : Afita Nur Hayati, S.Si, M.Si, Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Ketua Lemba....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025

Berita

SIDRAP, Suara Muhammadiyah — Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyambut gembira pelaksanaa....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025