Muhammadiyah Mewujudkan Spirit Wasathiyah Islam berkemajuan

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

1330
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, M.A., menegaskan bahwa wasathiyah merupakan konsep terbaik dalam pandangan Islam, terutama dalam gerakan perubahan. Dunia terus mengalami perubahan, dan manusia sebagai aktor utama harus turut berubah serta berperan dalam proses perubahan tersebut.

Hal ini disampaikan pada salah satu sesi materi ketiga dalam Pengkajian Ramadan 1446 H PP Muhammadiyah yang di laksanakan di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, MA., Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (07/03/2025). Materi ini mengangkat topik tentang Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan dalam Tinjauan Ideologis.

Syafiq mengatakan dalam gerakan perubahan, wasathiyah berorientasi pada transformasi yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan dengan mengubah yang buruk menjadi baik serta meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik. Oleh karena itu, wasathiyah dapat dikategorikan dalam golongan modernisme dan reformisme.

“Segala sesuatu yang bersifat 'terlalu' dalam suatu aspek akan cenderung tidak baik. Oleh karena itu, keseimbangan yang berada di tengah yaitu prinsip wasathiyah menjadi pilihan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ideologi,” ujar Syafiq.

Syafiq menambahkan konsep wasathiyah sendiri memiliki pembagian yang bersifat tripartit atau tiga tipe ideal, terutama dalam ideologi ekonomi dan politik. Di satu sisi, ada ideologi yang cenderung ekstrem ke kanan, seperti kapitalisme, dan di sisi lain, ada yang ekstrem ke kiri, seperti komunisme. Sementara itu, posisi wasathiyah berada di tengah, yakni sosialisme demokratis atau negara kesejahteraan.

Dalam perspektif wasathiyah, kesejahteraan masyarakat harus diperjuangkan secara kolektif dengan tetap mempertimbangkan hak individu.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Prof Ai Fathimah Nur Fuad, Lc., M.A., PhD sebagai narasumber kedua. Fathimah menegaskan perbedaan Muhammadiyah dengan pergerakan islam lainnya adalah pada kekuatan pengembangan yang tidak pernah berhenti.

“Muhammadiyah identik dengan organisasi yang selalu berkembang dan memunculkan gagasan pembaruan sebagai wujud spirit,” ujarnya.

Sejak didirikan, Muhammadiyah telah mewujudkan spirit wasathiyah Islam berkemajuan. Muhammadiyah juga terus menangkap perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat baik dari politik ekonomi dan lain lain.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag. sebagai narasumber terakhir juga ingatkan didalam Al-Qur’an menyatakan umat Islam adalah ummatan wasathan (umat tengahan), yang mengandung makna unggul dan tegak. 

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 13 pilar wasathiyah, salah satunya adalah stabilitas sistem keluarga. Menurutnya, menjaga keutuhan keluarga berarti menjaga agama dan kemanusiaan, sekaligus memandu jalannya kehidupan secara keseluruhan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Menyikapi meningkatnya angka deforestasi di Indonesia, Pimpinan Rantin....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakart....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hizbul Wathan (HW) Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pakar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI)....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Berita

‎MEULABOH, Suara Muhammadiyah - Ketua  LAZISMU Aceh Firdaus Nyak Idien lakukan silaturrahmi....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah