Muhammadiyah Perkuat Diplomasi Pendidikan Global, Dorong Kolaborasi Strategis dengan Palestina
JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Upaya Muhammadiyah dalam memperkuat jejaring pendidikan global kembali menunjukkan progres signifikan. Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, R. Alpha Amirrachman, menghadiri forum Education Reform Dialog with Palestinian Ministry of Education and Higher Education yang diselenggarakan pada Ahad (26/04/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperdalam kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Palestina, khususnya dalam konteks reformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan delegasi Kementerian Pendidikan Palestina ke Indonesia yang berlangsung pada 16–26 April 2026. Selama kunjungan tersebut, delegasi mengunjungi sejumlah kota penting, antara lain Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), guna mempelajari praktik baik sistem pendidikan di Indonesia. Program ini difasilitasi oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia, dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai tuan rumah.
Dalam forum tersebut, hadir pula Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen RI, Irsyad Zamjani, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan pendidikan global, termasuk isu kualitas, pemerataan, dan relevansi pendidikan di tengah dinamika geopolitik.
Salah satu capaian konkret dari dialog ini adalah tindak lanjut kunjungan delegasi Palestina ke dua sekolah Muhammadiyah, yakni SD Muhammadiyah Condong Catur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan SD Muhammadiyah 1 Candi di Sidoarjo, Jawa Timur. Delegasi Palestina mengapresiasi praktik pembelajaran, manajemen sekolah, serta integrasi nilai-nilai keislaman dan kemodernan yang diterapkan di kedua sekolah tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, delegasi Palestina mengusulkan pengembangan program sister schools antara sekolah-sekolah Muhammadiyah dan sekolah di wilayah Palestina, khususnya di Ramallah, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur. Skema ini diharapkan menjadi platform kolaborasi konkret dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum, serta penguatan kapasitas guru dan siswa.
Selain itu, muncul pula inisiatif strategis berupa penjajakan pendirian sekolah Muhammadiyah di Palestina. Gagasan ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap model pendidikan Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang besar bagi kontribusi Indonesia dalam penguatan sistem pendidikan di kawasan yang menghadapi tantangan kompleks tersebut.
Dalam diskusi lebih lanjut, terdapat tiga pejabat kunci dari Kementerian Pendidikan Palestina yang menjadi mitra strategis untuk tindak lanjut kerja sama ini. Mereka adalah Ihab Shukri, Director General bidang Kurikulum dan Scientific Affairs; Ahmad Khateeb, Director General bidang Humanities and Social Studies sekaligus dari Palestinian Curriculum Center; serta Siham Salamh, Head of Division of Supervision (Arabic) di bawah Directorate General Supervision. Ketiganya menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong realisasi kolaborasi yang telah dirintis dalam forum ini.
R. Alpha Amirrachman menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang kerja sama ini bukan sekadar hubungan institusional, tetapi bagian dari diplomasi kemanusiaan dan pendidikan. “Ini adalah momentum penting untuk memperluas kontribusi Muhammadiyah dalam ekosistem pendidikan global, khususnya dalam mendukung saudara-saudara kita di Palestina melalui pendekatan pendidikan yang transformatif,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan solidaritas global, langkah ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan Indonesia–Palestina, tetapi juga menjadi model kerja sama pendidikan lintas negara yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan berkeadilan.** (H.A)
