Muhammadiyah Perkuat Peran dalam ICG, Menjaga Keberlanjutan Perdamaian Bangsamoro

Suara Muhammadiyah

30 September 2026

154
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dan kemanusiaan melalui keterlibatan aktif dalam International Contact Group (ICG) yang mendukung proses perdamaian antara Pemerintah Filipina (Government of the Philippines/GPH) dan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Bangsamoro.

Dalam pertemuan khusus GPH dan MILF di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 September 2026, Muhammadiyah diwakili oleh Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, M.A., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., yang hadir sebagai anggota ICG. Kehadiran keduanya merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung dialog, pertukaran informasi, serta penguatan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan proses perdamaian Bangsamoro.

Pertemuan tersebut mempertemukan Peace Implementing Panels dari GPH dan MILF dengan Fasilitator Pihak Ketiga Malaysia, serta melibatkan anggota dan mitra internasional dalam kerangka ICG. Dalam forum tersebut, nama Prof. Syafiq A. Mughni dan Yayah Khisbiyah disebut secara khusus oleh ketiga pihak—GPH, MILF, dan Fasilitator Malaysia—sebagai bagian dari ICG yang terus memberikan dukungan terhadap proses perdamaian.

Pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk melanjutkan implementasi Comprehensive Agreement on the Bangsamoro (CAB). Di antaranya adalah penetapan Terms of Reference bagi Technical Working Group mengenai Roadmap Development for the Implementation of the CAB, penguatan program sosial-ekonomi bagi para kombatan yang telah didekomisioning, perpanjangan mandat Ad Hoc Joint Action Group (AHJAG) dan Civilian Protection Component (CPC), serta kemajuan dalam agenda pengelolaan Small Arms and Light Weapons (SALW).

Para pihak juga menyepakati langkah lanjutan terkait transitional justice and reconciliation, termasuk rekomendasi penyempurnaan rancangan legislasi mengenai pembentukan National Transitional Justice and Reconciliation Commission for the Bangsamoro.

Muhammadiyah: Perdamaian Menuju Implementasi

Keterlibatan Muhammadiyah dalam ICG merupakan bagian dari komitmen Persyarikatan untuk berkontribusi dalam membangun perdamaian melalui pendekatan masyarakat sipil, dialog lintas pihak, serta penguatan kerja sama internasional.

Bagi Muhammadiyah, proses perdamaian tidak berhenti pada tercapainya kesepakatan politik, tetapi harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui perlindungan masyarakat sipil, pembangunan sosial-ekonomi, rekonsiliasi, keadilan transisional, serta penguatan institusi perdamaian.

Dalam konteks tersebut, ICG memiliki posisi penting sebagai ruang untuk menjaga komunikasi dan pertukaran informasi antara para pihak dan komunitas internasional, sekaligus membantu membaca perkembangan yang dapat memengaruhi keberlanjutan implementasi perjanjian damai.

Hal ini menjadi semakin penting setelah terselenggaranya pemilihan parlementer pertama Bangsamoro pada September 2026, yang menandai perkembangan penting dalam jalur politik proses perdamaian. Pemerintah Filipina melaporkan tingkat partisipasi pemilih sekitar 84 persen. Pada saat yang sama, berbagai agenda dalam jalur normalisasi masih membutuhkan implementasi lebih lanjut.

Dalam diskusi ICG, perhatian juga diarahkan pada berbagai perkembangan politik dan sosial yang dapat memengaruhi implementasi proses perdamaian, termasuk dinamika politik nasional Filipina, perubahan kepemimpinan di Bangsamoro, serta perkembangan pascapemilu.

Bagi ICG, perkembangan tersebut perlu dipahami bukan hanya sebagai peristiwa politik yang berdiri sendiri, tetapi dalam kaitannya dengan kepercayaan antara GPH dan MILF, kohesi masyarakat Bangsamoro, keamanan lokal, agenda normalisasi, serta keberlanjutan komitmen terhadap CAB.

Karena itu, komunikasi yang teratur dan pertukaran informasi yang kredibel menjadi semakin penting. Fasilitator Malaysia dan anggota ICG perlu terus memiliki pemahaman bersama mengenai perkembangan di lapangan, sekaligus menjaga ruang komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam pertemuan Kuala Lumpur, para pihak menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan implementasi CAB. GPH menekankan bahwa fase berikutnya akan memberikan perhatian lebih besar pada jalur normalisasi, sementara MILF menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian secara damai atas berbagai agenda yang masih tersisa.

Muhammadiyah dalam Diplomasi Perdamaian

Keterlibatan Muhammadiyah dalam ICG sejalan dengan arah internasionalisasi Persyarikatan yang menempatkan perdamaian, kemanusiaan, keadilan, dan kerja sama antarbangsa sebagai bagian dari kontribusi Muhammadiyah di tingkat global.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni sebelumnya menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu hadir dalam percaturan global sebagai organisasi masyarakat sipil yang saling mendukung dan mengisi peran negara, dengan tujuan bersama membangun tata dunia yang damai dan berkeadilan.

Dalam kerangka ICG, kehadiran Muhammadiyah juga memperkuat perspektif masyarakat sipil dan organisasi keagamaan dalam proses perdamaian. Pengalaman Muhammadiyah dalam pendidikan perdamaian, dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, serta kerja kemanusiaan menjadi modal sosial untuk berkontribusi pada agenda perdamaian yang berkelanjutan.

Melalui keterlibatan tersebut, Muhammadiyah akan terus mendukung dialog, kepercayaan, pertukaran informasi, perlindungan masyarakat sipil, rekonsiliasi, dan implementasi perdamaian yang berorientasi pada kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Bangsamoro yang menjadi penerima manfaat utama dari proses perdamaian.

Pertemuan Kuala Lumpur menjadi salah satu momentum penting untuk memastikan bahwa setelah berbagai capaian politik, perhatian bersama tetap diarahkan pada pekerjaan-pekerjaan implementasi yang masih harus diselesaikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BONE, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bone mendorong seluruh....

Suara Muhammadiyah

20 September 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Ka....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Afanin Naura Faturrakhman (19) berhasil membuktikan bahwa kete....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Daerah Muhamma....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memulai groundbreaking Kampus II U....

Suara Muhammadiyah

6 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah