Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

1042
Launcing Suryavena di Kantor PP Muahmmadiyah Jakarta, 27 Maret 2024

Launcing Suryavena di Kantor PP Muahmmadiyah Jakarta, 27 Maret 2024

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Pabrik infus yang akan dibangun oleh Muhammadiyah direncanakan menggunakan alat dan teknologi dari Italia. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan kualitas serta ketahanan teknologi yang dinilai lebih unggul.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat berada di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya pada Sabtu (18/4).

Muhadjir menjelaskan, peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik infus ini direncanakan berlangsung pada Mei 2026 di Mojokerto. Ke depan, pabrik tersebut tidak hanya memproduksi cairan infus, tetapi juga alat kesehatan seperti jarum medis.

Pengembangan lini bisnis ini merupakan bagian dari strategi Muhammadiyah untuk memperkuat sirkulasi ekonomi internal Persyarikatan. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan medis, mengingat Muhammadiyah memiliki sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 400 klinik.

“Daripada membeli dari luar, lebih baik kita produksi sendiri agar bisa menekan biaya operasional rumah sakit Muhammadiyah. Kita ingin membangun sistem close loop di seluruh amal usaha,” ujar Muhadjir.

Selain infus dan jarum suntik, Muhammadiyah juga merencanakan produksi berbagai alat medis sekali pakai lainnya. Namun, untuk saat ini belum mencakup produksi obat-obatan.

Produk Berkualitas dengan Orientasi Kemaslahatan

Dalam hal pembiayaan, pembangunan pabrik ini akan menggunakan skema investasi berbasis saham dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Muhadjir menegaskan bahwa kebutuhan investasi cukup besar, terutama karena penggunaan teknologi impor dari Italia.

“Teknologinya langsung dari Italia. Walaupun mahal, daya tahannya tinggi. Dari sisi kemasan juga lebih baik, sehingga berdampak pada efisiensi operasional,” jelasnya.

Meski menggunakan teknologi berbiaya tinggi, Muhammadiyah menargetkan produk infus yang dihasilkan tetap memiliki harga kompetitif. Hal ini sejalan dengan semangat bisnis Muhammadiyah yang berorientasi pada kemaslahatan, bukan semata-mata keuntungan.

“Kita sudah hitung dengan matang agar harga tetap lebih terjangkau. Tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Pembangunan pabrik ini ditargetkan dimulai pada akhir Mei 2026, rampung sebelum Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027, dan mulai beroperasi penuh pada 2028.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Lembaga Penelitian, Penerbitan, Pengabdian dan Pengembangan Ma....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ayam berkokok harikan siang, itulah adagium yang tepat untuk ....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasca Muktamar Nasyiatul Aisyiyah  ke XIV, peta jalan NA perio....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Se....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah