Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan

Publish

20 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
553
Launcing Suryavena di Kantor PP Muahmmadiyah Jakarta, 27 Maret 2024

Launcing Suryavena di Kantor PP Muahmmadiyah Jakarta, 27 Maret 2024

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Pabrik infus yang akan dibangun oleh Muhammadiyah direncanakan menggunakan alat dan teknologi dari Italia. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan kualitas serta ketahanan teknologi yang dinilai lebih unggul.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat berada di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya pada Sabtu (18/4).

Muhadjir menjelaskan, peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik infus ini direncanakan berlangsung pada Mei 2026 di Mojokerto. Ke depan, pabrik tersebut tidak hanya memproduksi cairan infus, tetapi juga alat kesehatan seperti jarum medis.

Pengembangan lini bisnis ini merupakan bagian dari strategi Muhammadiyah untuk memperkuat sirkulasi ekonomi internal Persyarikatan. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan medis, mengingat Muhammadiyah memiliki sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 400 klinik.

“Daripada membeli dari luar, lebih baik kita produksi sendiri agar bisa menekan biaya operasional rumah sakit Muhammadiyah. Kita ingin membangun sistem close loop di seluruh amal usaha,” ujar Muhadjir.

Selain infus dan jarum suntik, Muhammadiyah juga merencanakan produksi berbagai alat medis sekali pakai lainnya. Namun, untuk saat ini belum mencakup produksi obat-obatan.

Produk Berkualitas dengan Orientasi Kemaslahatan

Dalam hal pembiayaan, pembangunan pabrik ini akan menggunakan skema investasi berbasis saham dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Muhadjir menegaskan bahwa kebutuhan investasi cukup besar, terutama karena penggunaan teknologi impor dari Italia.

“Teknologinya langsung dari Italia. Walaupun mahal, daya tahannya tinggi. Dari sisi kemasan juga lebih baik, sehingga berdampak pada efisiensi operasional,” jelasnya.

Meski menggunakan teknologi berbiaya tinggi, Muhammadiyah menargetkan produk infus yang dihasilkan tetap memiliki harga kompetitif. Hal ini sejalan dengan semangat bisnis Muhammadiyah yang berorientasi pada kemaslahatan, bukan semata-mata keuntungan.

“Kita sudah hitung dengan matang agar harga tetap lebih terjangkau. Tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Pembangunan pabrik ini ditargetkan dimulai pada akhir Mei 2026, rampung sebelum Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027, dan mulai beroperasi penuh pada 2028.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Soroti Peran Kepelatihan dalam Olahraga Disabilitas  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam mo....

Suara Muhammadiyah

7 December 2024

Berita

Guru Besar Fakultas Hukum UAD Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H.,M.H. bersama Ketum P3HKI melakukan....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Berita

SD Muhammadiyah Sapen Raih 11 Award Grand Final FABI se-Jawa dan Bali YOGYAKARTA, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tak hanya nama-nama seperti Prof. Agus Setyo Muntohar, S.T., M....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung Zaenal Ihsa....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah