SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa penguasaan dakwah digital merupakan keniscayaan untuk memastikan masyarakat mendapatkan konten keislaman yang benar dan mencerahkan. Di tengah banjir informasi media sosial.
Muhammadiyah melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mulai melakukan standarisasi besar-besaran terhadap para mubaligh guna menjamin kualitas layanan keagamaan bagi publik di era disrupsi.
Ketua PP Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S., menyatakan bahwa mubaligh saat ini wajib memiliki kemampuan ganda: penguasaan materi agama yang mendalam serta kemahiran teknologi digital. Hal ini penting agar pesan dakwah dapat diterima oleh generasi milenial dan Z yang lebih menyukai konten video pendek seperti reels.
"Kita harus menyentuh umat melalui digital. Namun, harus ada seleksi ketat agar konten yang diunggah memenuhi kriteria keislaman yang benar sekaligus kualitas teknis yang baik, mulai dari kualitas suara hingga angle video yang mumpuni agar dakwah bisa diterima publik dengan nyaman," ujar dr Agus di sela-sela agenda Wisuda Sekolah Tabligh di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Ahad (11/1).
Dominasi Konten Positif
Adapun Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mendorong seluruh kader Muhammadiyah yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi untuk terjun totalitas dalam memproduksi konten dakwah. Menurutnya, Muhammadiyah Jawa Tengah memiliki modal yang sangat memadai untuk mewarnai jagat digital.
"Kita memiliki SDM, kita memiliki materi, dan kita memiliki perangkat yang cukup untuk menguasai dunia maya atau digital. Maka saya berharap kepada para kader, terutama yang menekuni bidang IT, untuk betul-betul menekuni dakwah digital ini secara totalitas agar konten-konten kita bisa mewarnai ruang digital secara masif," tegas KH Tafsir dalam acara yang sama.
Akademisi UIN Walisongo itu menambahkan, atmosfer digital ke depan harus didominasi oleh narasi Islam berkemajuan agar masyarakat tidak terjebak dalam konten-konten yang tidak produktif atau menyesatkan.
Sebagai langkah konkret, Majelis Tabligh PWM Jateng pada kesempatan tersebut mewisuda 306 mubaligh lulusan Sekolah Tabligh Angkatan Ke-II. Para wisudawan ini merupakan kader pilihan yang telah mengikuti pendidikan intensif selama 8 bulan di daerah masing-masing dengan kurikulum komprehensif, termasuk penguasaan materi khusus dakwah digital.
Langkah strategis ini diperkuat dengan pengukuhan pengurus Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Jawa Tengah periode 2026-2028. KMM bertugas mendata, membina, dan menyalurkan mubaligh kompeten secara merata ke seluruh karesidenan di Jawa Tengah, sehingga masyarakat mendapatkan akses dai berkualitas secara terukur.
Standarisasi Teknis dan Sertifikasi
Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng, Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag. menjelaskan, standarisasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian kualitas bagi umat.
Para mubaligh kini juga didorong memiliki portofolio digital, termasuk aktif di media sosial dengan target capaian pengikut (follower) minimal 1.000 sebagai indikator daya jangkau dakwah.
"Kami menerapkan kriteria ketat, termasuk hafalan ayat dan hadis dakwah, serta keterampilan menulis artikel. Dengan standarisasi ini, publik ke depan dapat memilih mubaligh berdasarkan keahlian spesifiknya melalui database yang kami kelola secara profesional," jelas Ali.
Sementara itu, Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, M.Pd dalam sambutanya menyatakan dukungan penuh universitas sebagai mitra strategis persyarikatan untuk memastikan keberlanjutan pusat pengkaderan mubaligh yang adaptif terhadap tantangan zaman. (diko)

