Gelar Bimtek dan ToT Agen–Verifikator SatuMu
PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan hari ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainers (ToT) Agen dan Verifikator SatuMu sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital persyarikatan di Bumi Sriwijaya. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan peserta dari seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumatera Selatan, terdiri atas Ketua, Sekretaris, serta para Agen dan Verifikator SatuMu tingkat daerah dan cabang.
Acara resmi dibuka oleh Ketua PWM Sumatera Selatan, Buya Ridwan Hayatuddin, SH, MH. Dalam sambutan pembukaannya, Buya Ridwan menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi merupakan keniscayaan bagi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern yang berkomitmen pada dakwah berkemajuan. Ia menekankan pentingnya SatuMu sebagai pintu masuk ekosistem digital persyarikatan yang akan memperkuat tata kelola organisasi di semua level.
“Melalui SatuMu dan ekosistem aplikasinya, kita ingin memastikan bahwa Muhammadiyah benar-benar tampil sebagai organisasi Islam modern kelas dunia: kokoh secara ideologi, rapi secara organisasi, dan unggul dalam penguasaan serta pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Buya Ridwan dalam sambutannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris PDM, serta Agen dan Verifikator SatuMu dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Komposisi peserta yang lengkap ini diharapkan dapat mempercepat proses pemutakhiran data anggota, penataan struktur organisasi, dan penyiapan layanan digital lain yang terintegrasi di bawah platform SatuMu di setiap tingkatan persyarikatan.
Dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadir Wakil Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Muh Amir Nashiruddin, bersama Tim SatuMu dari Jakarta, antara lain Annisa Khoirul, dan perwakilan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) . Kehadiran tim pusat ini memperkuat koordinasi sekaligus memastikan bahwa implementasi SatuMu di Sumatera Selatan berjalan sesuai standar nasional, baik dari sisi keamanan data, alur administrasi, maupun pengembangan layanan di masa mendatang.
Selain unsur persyarikatan, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan mitra strategis dari Bank Danamon Syariah, yaitu Riski Fernando selaku Team Leader Wilayah Sumatera II Bank Danamon Syariah dan Imam Gunarsah selaku Branch Manager Bank Danamon Palembang. Bank Danamon Syariah menjadi operator dan mitra pembayaran iuran anggota Muhammadiyah melalui ekosistem digital SatuMu dan aplikasi pendukungnya. Kolaborasi ini diharapkan memudahkan warga dalam menunaikan iuran secara transparan, tercatat, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kemandirian finansial persyarikatan.
Turut hadir Prof. Abid Djazuli, SE, MM., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang yang juga Bendahara PWM Sumsel, serta Heri Satriyadi, Rektor Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Hadir pula Abdul Hamid Usman, SH, MH., Sekretaris PWM Sumsel, serta para Wakil Ketua PWM Sumsel yang menunjukkan dukungan penuh pimpinan wilayah terhadap penguatan ekosistem digital Muhammadiyah di Sumatera Selatan.
Dalam sesi pemaparan, Tim SatuMu menjelaskan bahwa SatuMu merupakan gerbang layanan digital Persyarikatan Muhammadiyah yang mengintegrasikan berbagai data dan layanan, mulai dari keanggotaan, organisasi, iuran, hingga sistem pendukung lain yang akan dikembangkan secara bertahap. Platform ini dirancang untuk mewujudkan Satu Data Muhammadiyah, sehingga pengambilan keputusan di semua level organisasi didukung data yang akurat dan mutakhir.
Para peserta mendapatkan pelatihan teknis terkait tugas Agen dan Verifikator SatuMu, antara lain proses registrasi anggota, verifikasi data Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM), pemetaan struktur organisasi, serta integrasi layanan dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp). Materi pelatihan disusun agar setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta mampu berperan sebagai pelatih dan pendamping di tingkat cabang dan ranting.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Ilir, Sudarta Salman, SE, MM., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Bimtek dan ToT ini. “Sebagai PDM Ogan Ilir, kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Dengan Bimtek dan ToT SatuMu, kita semua bisa menjadikan Persyarikatan Muhammadiyah tidak hanya sebagai organisasi dakwah biasa, tetapi berdakwah sesuai kemajuan ilmu dan teknologi saat ini. Inilah bentuk nyata dakwah berkemajuan yang harus kita kuatkan bersama,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara juga dipaparkan dasar lahirnya aplikasi MASA yang kini menjadi salah satu tulang punggung ekosistem digital Muhammadiyah. MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) dikembangkan oleh LabMu Software Labs di bawah koordinasi Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah sebagai respon atas kebutuhan akan platform digital terpadu bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas.
Secara konseptual, MASA merupakan aplikasi gaya hidup muslim yang mengintegrasikan layanan ibadah dan layanan persyarikatan dalam satu genggaman. Di sisi ibadah, MASA menyediakan fitur jadwal salat akurat, arah kiblat, Al-Qur’an digital, dzikir dan doa harian, serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Di sisi persyarikatan, MASA memuat berita dan informasi resmi Muhammadiyah, video dakwah, agenda kegiatan, serta layanan administrasi seperti pendaftaran dan klaim e-KTAM, pembayaran iuran anggota (IuranMu), dan keterhubungan dengan SatuMu sebagai basis data organisasi.
Peluncuran MASA didorong oleh visi Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah dan pelayanan umat melalui medium digital yang aman, terpercaya, dan dikelola sendiri oleh persyarikatan. Dengan demikian, Muhammadiyah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen solusi digital yang sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. MASA hadir sebagai jembatan antara kebutuhan spiritual, kebutuhan informasi, dan kebutuhan administrasi warga Muhammadiyah di era transformasi digital.
Integrasi MASA dengan SatuMu menjadikan proses pengelolaan keanggotaan jauh lebih efisien. Melalui MASA, warga Muhammadiyah dapat mendaftar atau memperbarui KTAM secara daring, yang selanjutnya terkoneksi ke sistem SatuMu sebagai pusat data. Proses ini memudahkan verifikator di berbagai tingkatan untuk memvalidasi data anggota, sekaligus membantu persyarikatan membangun basis data yang kuat sebagai rujukan perencanaan program, penguatan pelayanan, dan pengembangan jejaring kemitraan.
Bimtek dan ToT Agen–Verifikator SatuMu di Sumatera Selatan ini menandai keseriusan Muhammadiyah dalam membumikan agenda transformasi digital hingga ke akar rumput. Dengan dukungan SDM yang terlatih, denganmu aplikasi seperti SatuMu dan MASA, serta kolaborasi dengan institusi keuangan syariah, Muhammadiyah diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi Islam modern yang memadukan komitmen keagamaan, kemajuan ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi.
Menutup sambutannya, Buya Ridwan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperbarui niat dan komitmen. “Digitalisasi bukan sekadar soal aplikasi, melainkan tentang bagaimana kita menata ulang cara melayani umat agar lebih cepat, tepat, dan amanah. Semoga melalui SatuMu dan MASA, dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di Sumatera Selatan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan bangsa,” pungkasnya.(MP)
