Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Ditutup, Monica Subastia Terpilih sebagai Ketua Umum 2026–2030

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

501
Monica Subastia, MPd, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. Foto: Cris

Monica Subastia, MPd, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 resmi ditutup, Sabtu (8/8) di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Penutupan dihadiri Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah/Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua PP Aisyiyah Siti Aisyah, berikut tamu undangan lainnya.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah terpilih Monica Subastia menyampaikan, bersyukur dan berterima kasih atas amanah yang diberikan untuk memimpin Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030.

"Amanah ini bukanlah piala kemenangan melainkan tanggung jawab moral dan keumatan yang amat berat namun insya Allah kita akan merasa ringan karena kita yakin kita akan bersama-sama berkolaborasi mensukseskan seluruh amanat Muktamar ke-15 hari ini," ujarnya.

Monica mengingatkan, saat ini berada era di tengah perubahan begitu cepat berikut disokong dengan tantangan yang amat kompleks.

"Kita hadapi tidak lagi sederhana. Sejak berdiri sampai hari ini kita menjadi saksi bahwa Nasyiatul Aisyiyah bukan gerakan yang lahir untuk berpangku tangan, tapi untuk menjawab zaman memberi solusi dan membawa pencerahan," terangnya.

Dalam Muktamar ke-15 ini, Nasyiatul Aisyiyah memiliki pelbagai isu strategis yang itu, kata Monica, mesti diejawantahkan pada periode ini. Yaitu, kedaulatan ekonomi perempuan dan eco-livelihood, perubahan perempuan perubahan iklim dan kebencanaan, diaspora kader, branding kader, dan branding organisasi berkemajuan.

"Ini adalah konsep yang luar biasa besar yang luar biasa mulia, namun menjadi PR kita adalah bagaimana supaya gerakan-gerakan nasional bisa hadir hingga sampai ke akar rumput tanpa harus bertanya soal diksi maupun branding-branding gerakan," katanya.

Ditambahkan Monica, di tengah era digital teknologi yang menyeruak di kehidupan, Nasyiatul 'Aisyiyah mesti menjadi trensetter literasi bagi perempuan-perempuan muda berkemajuan.

"Kita harus merebut narasi di literasi digital di media sosial. Bahwa perempuan muda tidak perlu khawatir mencari rujukan parenting, tidak perlu khawatir bagaimana melek terhadap ekonomi digital karena Nasyiah siap memberikan narasi-narasi itu di ruang digital sesuai dengan kebutuhan perempuan," tuturnya.

Monica mengajak seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah untuk menyalakan obor di tengah kehidupan. "Kita terangi yang masih gelap kuatkan yang masih lemah berdayakan yang masih tertinggal," ucapnya.

Sebab menurutnya, tugas Nasyiah bukan hanya menyalakan obor, tetapi harus memastikan cahaya itu sampai kepada semua umat di jagat semesta raya.

"Itulah Nasyiah. Itulah perempuan muda berkemajuan itulah Putri Aisyiyah itulah putri Muhammadiyah itulah Islam berkemajuan," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Di jantung kota, di lingkungan komplek RS Roemani Muhammadiyah daerah....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Septa Candr....

Suara Muhammadiyah

7 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tampaknya memang sangat mendasar. Membangun sistem dalam kese....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil zakat, infak dan sedekah Muhammadiyah Kalimantan Ten....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mu....

Suara Muhammadiyah

24 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah