Muscabis ke-8 PCIM dan PCIA Pakistan, Meneguhkan Arah dan Kepemimpinan Baru

Suara Muhammadiyah

31 March 2026

407
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ISLAMABAD, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) bersama Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Pakistan menyelenggarakan Musyawarah Cabang Istimewa (Muscabis) ke-8, Sabtu (28/3) di Khubaib Foundation, Khubaib College, Haripur, Pakistan. Muscabis ini sebagai penentu biduk baru arah dan estafet kepemimpinan organisasi.

Acara dimulai pada pukul 12.00 waktu setempat dan berakhir pada pukul 19.00, menghadirkan rangkaian kegiatan yang tertata rapi dan sarat makna. Acara dikemas dengan stadium general yang disampaikan oleh Ichwan Mujahid Nusantara, Pembina PCIM Pakistan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya menjaga arah gerak organisasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di tengah dinamika global.

Memasuki inti acara, forum musyawarah dipimpin oleh presidium sidang dengan suasana dialogis dan penuh tanggung jawab. Agenda diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh pengurus sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan serta diskusi mendalam mengenai arah gerak PCIM dan PCIA Pakistan untuk lima tahun ke depan. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan langkah strategis organisasi ke depan.

Puncak musyawarah ditandai dengan proses pemilihan ketua dan wakil ketua baru yang dilaksanakan secara terpisah antara PCIM dan PCIA. Terpilihlah, Iskam Fajri sebagai Ketua dan Fathan Muwahhid sebagai Wakil Ketua untuk masa jabatan 2026–2028. Selain itu, posisi Sekretaris diamanahkan Ihsanul Amal. Sementara itu, untuk PCIA Pakistan, musyawarah menetapkan Khonsa Dzakiah sebagai Ketua PCIA Pakistan dan Fathiya Azka Awliya sebagai Wakil Ketua untuk periode yang sama.

 “Alhamdulillah dan terima kasih kepada teman-teman sekalian yang telah mengamanahi saya untuk melanjutkan estafet kepengurusan ini. Tentu ini juga merupakan musibah dan tantangan berat untuk saya pribadi, berkaca dari Abu Bakar As shidiq yang dimana ketika ditunjuk menjadi khalifah beliau menganggap amanah itu seperti musibah yang sangat berat dan penuh tanggung jawab,” beber Iskam.

“Maka dari itu saya meminta ijin kepada teman-teman sekalian untuk melanjutkan amanah ini dan mohon bantuannya agar amanah ini dapat saya jaga sebaik-baiknya” tambah Iskam lagi.

Muscabis ke-8 ini tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan semangat kebersamaan yang terasa kuat sepanjang acara, diharapkan kepemimpinan baru mampu mengemban amanah serta melanjutkan perjuangan PCIM dan PCIA Pakistan dengan arah yang semakin kokoh dan bermakna di masa mendatang. (Nashwan)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim nasional (Timnas) Indonesia mengalami kekalahan dengan skor 2-0 da....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima kunjungan d....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) adalah wadah untuk para pengusaha....

Suara Muhammadiyah

12 September 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dengan penuh khidmat meny....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Aktivitas bersih-bersih masjid (BBM) ternyata tidak hanya berda....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah