PC IMM Malang Raya Perkuat Moderasi Beragama

Publish

21 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
694
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menciptakan wadah dialog strategis bagi kader-kader, para pakar dan segenap elemen masyarakat dalam mengurai akar masalah terorisme dari beragam perspektif, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya menyelenggarakan Webinar Moderasi Beragama dengan tema “Mengurai Akar Terorisme: Perspektif Sosial, Ekonomi dan Ideologi di Balik Aksi Kekerasan” pada Rabu (20/8/2025). 

Webinar yang dilaksanakan menggunakan platform Google Meet ini dihadiri oleh puluhan kader IMM Malang Raya dan Jawa Timur. Adapun yang didapuk menjadi narasumber adalah Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nafik Muthohirin dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Hubungan Internasional UMM Prof. Gonda Yumitro.

Dalam sesi pertama, Nafik Muthohirin menyampaikan bahwa dari keseluruhan surat di dalam Al-Qur’an, hanya terdapat 28 surat yang bisa dijadikan rujukan untuk jihad. Bahkan kata jihad sendiri hanya disebut 4 kali, yakni di dalam surat At-Taubah ayat 24, Al-Hajj ayat 78, Al-Furqon ayat 52 dan Al-Mumtahanah ayat 1.

“Di Al-Qur’an kata jihad tidak secara detail memerintahkan umat Islam untuk berperang. Malah sebaliknya kata jihad dimaksudkan untuk mencintai Allah dan Rasul melebihi kecintaan kita terhadap keluarga dan apapun yang kita miliki,” ujarnya. 

Ia menilai bahwa kemunculan terorisme yang mengatasnamakan Islam tidak hanya muncul akibat tafsir keagamaan dan pemaknaan jihad yang keliru, namun juga dampak dari kondisi geopolitik dan ekonomi yang tidak menguntungkan umat Islam. 

“Sebagian umat Muslim merasa termarginalisasi, merasa tersubordinasi dalam berbagai bidang, sehingga ideologi yang mengedepankan kekerasan dianggap sebagai alternatif dalam membalikkan kedigdayaan umat Islam seperti pada masa Turki Utsmani dulu,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Gonda Yumitro menjelaskan bahwa isu terorisme dan radikalisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari banyak faktor yang begitu kompleks. Mulai dari faktor global, regional, nasional hingga isu kultural. 

“Masing-masing orang memiliki motif yang berbeda ketika bergabung dengan jaringan terorisme. Ada yang karena faktor kemiskinan, ketidakadilan, atau bahkan ingin menunjukkan eksistensi diri. Seperti contoh kasus mahasiswa di Malang yang bergabung dengan jaringan terorisme karena ingin menunjukkan eksistensi diri di tengah diskriminasi keluarga,” katanya.

Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PC IMM Malang Raya, Ahmad Ashim Muttaqin menerangkan bahwa webinar ini merupakan serangkaian agenda dari program Simposium Moderasi Beragama yang dilaksanakan di akhir bulan Agustus tahun 2025.

“Webinar ini menjadi upaya penyadaran akan bahaya terorisme di kalangan mahasiswa, termasuk di internal kader-kader IMM. Sebab anti kekerasan merupakan salah satu indikator yang mesti dipegang dalam menerapkan moderasi beragama,” ucapnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto ....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

ABDYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya) Ahad (7/12/25) mele....

Suara Muhammadiyah

8 December 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - IPM Jawa Timur selalu menjadi wilayah yang diperhitungkan di tatanan ....

Suara Muhammadiyah

9 December 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Tidak lupa kacang akan kulitnya,  Menteri Pendidikan Dasar dan M....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimp....

Suara Muhammadiyah

9 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah