MADIUN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun Jawa Timur semakin intens mengembangkan ranting. Hal ini dibuktikan Musyawarah Pembentukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawahan, Kabupaten Madiun pada Selasa (30/12). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat dakwah.
Dalam musyawarah tersebut, berhasil dibentuk tiga ranting baru di wilayah PCM Sawahan yaitu PRM Kanung, PRM Pucangtejo, dan PRM Lebak Ayu. Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pembentukan empat ranting baru di bawah PCM Madiun, yakni PRM Tiron, PRM Ngelemes, PRM Banjarsari, dan PRM Sumberejo. Dengan demikian, total tujuh ranting baru Muhammadiyah resmi terbentuk dalam satu rangkaian kegiatan bersejarah ini.
Acara dipusatkan di Musholla Al-Quds, sebuah musholla baru milik Persyarikatan Muhammadiyah yang beralamat di Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Musholla ini merupakan hasil donasi dari Saudi dan kini menjadi aset strategis Persyarikatan untuk penguatan dakwah dan pembinaan umat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun, Dr. KH. Agus Tricahyo, M.A., KH. Imam Nawawi, M.Ag, KH. Hasyim, M.Pd.I beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Madiun. Kehadiran pimpinan dan kader Muhammadiyah menambah semangat serta optimisme dalam pengembangan dakwah Islam berkemajuan.
“Pembentukan PCM Sawahan dan tujuh ranting baru ini menjadi tonggak penting penyebaran dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun,” ujar Agus Tricahyo. Agus menambahkan bahwa ranting-ranting yang terbentuk mampu menjadi pusat gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang membawa kemaslahatan umat.
“Pimpinan dan seluruh peserta memohon doa restu dari kaum muslimin agar ikhtiar pengembangan dakwah Muhammadiyah ini dapat berjalan dengan lancar, istiqamah, dan penuh keberkahan,” pungkas Agus Tricahyo. (FJ)

