Dinamisasi Gerakan Perempuan Berkeadaban
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menindaklanjuti Arahan dari PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Kota Yogyakarta dan sekaligus Penguatan serta pendampingan dari PCA (Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah) Kraton, agar semua PRA (Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah) se-PCA Kraton menggelar Musypimran (Musyawarah Pimpinan Ranting) 1 periode kepemimpinan 2022-2025 dalam rentang waktu antara 1 Mei 2026 sd 14 Juni 2026. Semua PRA sejumlah 11 PRA se-Kraton menyambut dengan antusias. Setelah PRA Suryoputran melaksanakan Musypimran 1 pada Ahad 3 Mei 2026, disusul PRA Taman pada Rabu 20 Mei 2026, maka PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem melaksanakannya pada pada Sabtu 23 Mei 2026.
PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem 2022 sd 2027 yang terbentuk melalui Musyawarah Ranting (Musyran) pada 15 Oktober 2023, dikukuhkan PCA Kraton pada 20 Januari 2024, dilengkapi dengan pengukuhan Unsur Pembantu Pimpinan pada Jum’at 23 Februari 2024. melaksanakan Musypimran 1 pada Sabtu 23 Mei 2026, yang bertempat di Masjid Mangunwinatan, Kadipaten Wetan KP I/95 Yogyakarta.
Dihadiri langsung oleh Ketua PCA Kraton Hj. Laila Desi Ikawati bersama Ary Triani (Wakil Bendahara), Pimpinan dan Anggota PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem, Ketua PRM Kadipaten Wetan M. Haris Diesmawan, S.T. dan Ketua PRM Ngasem Drs. M. Syaifudin Hadi, M. Pd. I. Juga mengundang tokoh-tokoh Perempuan dari wilayah Kampung Kadipaten Wetan dan Ngasem.
Diantaranya adalah Endang Werdiningsih (Ketua RW 15/Sekretaris TP PKK Kelurahan), Ir. Hj. Marlistyani (Ketua Kelompok PKK RW 09) Fauza Puspa Rahmawati (Kelompok PKK RW 08), Rini Lestari Purnawati (Sekretaris Kelompok PKK RW 10) dan Leni Marlina (Ketua Kelompok PKK RW 14)
Dalam sambutan selamat datang, ketua PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem Dra. Hj. Enggarwati mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua yang hadir yang telah mendukung dan banyak berperan demi terlaksananya Musypimran 1 ‘Aisyiyah Kadipaten Wetan dan Ngasem 2022 – 2027. “Muspimran 1 ‘Aisyiyah Kadipaten Wetan dan Ngasem ini mengangkat tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju Kadipaten Wetan dan Ngasem Berkeadaban” semoga semua berjalan dengan lancar sukses, memberikan hasil terbaik untuk Kadipaten Wetan dan Ngasem yang lebih baik, sejahtera adil dan lebih meningkat kualitas keberadabannya.” Pungkasnya.
Sambutan ketua PRM diwakili oleh Ketua PRM Ngasem, Drs. M. Syaifudin Hadi,M. Pd.I. yang mengawali dengan selorohnya, ”Sebenarnya saya malu pada ‘Aisyiyah, program dan kegiatannya sudah pada berkemajuan dan ini malah sudah melaksanakan Musypimran, sementara Muhammadiyah di ranting kita masih jalan di tempat. Tetapi kami sangat bangga berbahagia dan mengucapkan selamat ber-Musypimran 1 ‘Aisyiyah Kadipaten Wetan dan Ngasem, semoga terlaksana dengan baik dengan hasil terbaik.”
Selanjutnya Ustadz Udin, demikian beliau sering disebut mengemukakan bahwa Musypimran bukan sekedar agenda organisasi, tetapi media muhasabah (introspeksi) menyusun program, menyusun agenda ke depan, mempererat persaudaraan. Dan mengingatkan jangan sampai terjebak seperti dalam cerita hikmah “Muktamar Para Tikus” lahir ide yang bagus tetapi mustahil diwujudkan, karena Musypimran tidak sekedar adu gagasan apalagi lomba retorika, tetapi adalah yang terpenting adalah merancang kerja bersama menjawab persoalan riil yang ada di masyarakat.
Sambutan dan pengarahannya Ketua PCA Kraton, Hj. Laila Desi Ikawati, S. Ag menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya Musypimran 1 ‘Aisyiyah Kadipaten Wetan dan Ngasem yang mengangkat tema Dinamisasi Perempuan Berkemajuan menuju Kadipaten Wetan dan Ngasem yang Berkeadaban. “Dinamis artinya terus bergerak menghidupkan mengikuti perkembangan zaman, agar terus maju memberi kontrbusi nyata pada kehidupan agar semakin beradab," ungkapnya.
Lebih lanjut Ika mengingatkan bahwa ‘ Aisyiyah Kadipaten Wetan dan Ngasem memiliki potensi beragam yang harus dimanfaatkan secara maksimal agar memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakat, seperti jalan Ngasem yang semakin ramai, ada kantor PCNU adalah peluang potensi yang bisa dimanfaatkan, dan Musypimran1 ini adalah kesempatan untuk melakukan evaluasi program kiegiatan setengah periode yang lalu dan percepatan setengah periode yang akan datang agar lebih baik, berdaya dan berdampak.
Bertepatan dengan moment milad ke-109 ‘Aisyiyah pada 19 Mei 2026, pada penghujung acara Musypimran 1 tersebut peserta paling senior, Sri Setyastuti (usia 84 tahun), Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem, membacakan karya puisinya yang berjudul “Cemerlang Mentari Abadi” yang beliau artikan ‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan Muhammadiyah yang kiprahnya selalu cemerlang tak kunjung padam.
Setelah PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem melaksanakan Musypimran 1, Insya Allah segera disusul PRA Gamelan pada Ahad 24 Mei 2026. PRA Kadipaten Kidul dan PRA Ngadisuryan pada Sabtu 30 Mei 2026. Kemudian PRA Langenastran, PRA Mangunegaran, dan PRA Patehan pada Sabtu 6 Juni 2026. Selanjutnya PRA Kadipaten Kulon dan PRA Panembahan pada Ahad 7 Juni 2026.
(S. Intani)

