Nasyiatul Aisyiyah Omesuri Periode 2026–2030 Resmi Dilantik

Publish

16 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
263

LEMBATA, Suara Muhammadiyah — Aula SMK Muhammadiyah Walangsawa hari ini menjadi saksi pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kecamatan Omesuri dengan mengusung tema “Membentuk Kader Nasyiah Berdaya, Bergerak, dan Berdampak dalam Bingkai Dakwah.”

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata NTT, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta kader muda yang penuh semangat.

Suasana haru penuh gembira menyelimuti wajah para hadirin, menggambarkan bahwa lahirnya organisasi putri Muhammadiyah di Kecamatan Omesuri merupakan penantian panjang selama otonomi Lembata.

Nur Istiqamah, Ketua PCNA yang dilantik, dalam pidato pembukanya menyampaikan bahwa organisasi putri Muhammadiyah atau Nasyiatul Aisyiyah hadir hari ini bukan sekadar formalitas belaka, tetapi lahir atas dorongan masyarakat dan ketersediaan sumber daya putri Muhammadiyah yang cukup.

“Saat ini sumber daya putri Muhammadiyah memiliki kader yang cukup setelah diidentifikasi, sehingga kami melakukan koordinasi dengan PDNA Lembata untuk pengukuhan. Selain itu, lahirnya organisasi ini tidak terlepas dari kondisi sosial kemasyarakatan yang membutuhkan peran organisasi perempuan di Omesuri,” tandasnya.

Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Lembata, Yunda Sumarnih, secara terpimpin memandu ikrar pengambilan sumpah pelantikan dan diikuti oleh seluruh pengurus sesuai prosedur organisasi Nasyiatul Aisyiyah.

Sementara itu, dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai wadah pembinaan generasi perempuan muda. “Kami berharap PCNA Omesuri mampu melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta menjadi teladan dalam dakwah dan pengabdian,” ujarnya.

Dalam amanatnya mewakili Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata, Zulkefli Tambe menyampaikan proficiat dan selamat bergabung di rumah besar Muhammadiyah. Ia mengatakan bahwa hari ini seluruh anggota telah dikukuhkan sebagai putri Muhammadiyah.

“Itu artinya bahwa nandaku semua telah resmi berada di rumah besar Muhammadiyah. Mari kita rawat rumah besar kita dengan berbagai aktivitas dakwah. Aktivitas dakwah yang dimaksud sejalan dengan tema yang diangkat hari ini, yaitu ‘Berdaya, Bergerak, dan Berdampak’,” ungkapnya.

Berdaya artinya Nasyiatul Aisyiyah memiliki kapasitas, pengetahuan, dan pengalaman sebagai syarat untuk menghadapi pergolakan zaman. Sementara bergerak berarti tidak boleh berdiam diri, tetapi aktif turun ke lapangan menggerakkan program sosial, pendidikan, dan dakwah. Dengan demikian, organisasi akan menjadi berdampak serta memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan lingkungan sekitarnya.

Tokoh masyarakat yang juga sesepuh Muhammadiyah Walangsawa, Ridwan Weleng, memberikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran organisasi putri Muhammadiyah di Omesuri.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran di sej....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya membumikan dakwah yang mencerahkan dan membangun keluar....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

BUKITTINGGI, Suara Muhammadiyah – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Mu....

Suara Muhammadiyah

2 September 2025

Berita

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Lazism....

Suara Muhammadiyah

7 June 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimp....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah