LEMBATA, Suara Muhammadiyah — Aula SMK Muhammadiyah Walangsawa hari ini menjadi saksi pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kecamatan Omesuri dengan mengusung tema “Membentuk Kader Nasyiah Berdaya, Bergerak, dan Berdampak dalam Bingkai Dakwah.”
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata NTT, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta kader muda yang penuh semangat.
Suasana haru penuh gembira menyelimuti wajah para hadirin, menggambarkan bahwa lahirnya organisasi putri Muhammadiyah di Kecamatan Omesuri merupakan penantian panjang selama otonomi Lembata.
Nur Istiqamah, Ketua PCNA yang dilantik, dalam pidato pembukanya menyampaikan bahwa organisasi putri Muhammadiyah atau Nasyiatul Aisyiyah hadir hari ini bukan sekadar formalitas belaka, tetapi lahir atas dorongan masyarakat dan ketersediaan sumber daya putri Muhammadiyah yang cukup.
“Saat ini sumber daya putri Muhammadiyah memiliki kader yang cukup setelah diidentifikasi, sehingga kami melakukan koordinasi dengan PDNA Lembata untuk pengukuhan. Selain itu, lahirnya organisasi ini tidak terlepas dari kondisi sosial kemasyarakatan yang membutuhkan peran organisasi perempuan di Omesuri,” tandasnya.
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Lembata, Yunda Sumarnih, secara terpimpin memandu ikrar pengambilan sumpah pelantikan dan diikuti oleh seluruh pengurus sesuai prosedur organisasi Nasyiatul Aisyiyah.
Sementara itu, dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai wadah pembinaan generasi perempuan muda. “Kami berharap PCNA Omesuri mampu melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta menjadi teladan dalam dakwah dan pengabdian,” ujarnya.
Dalam amanatnya mewakili Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata, Zulkefli Tambe menyampaikan proficiat dan selamat bergabung di rumah besar Muhammadiyah. Ia mengatakan bahwa hari ini seluruh anggota telah dikukuhkan sebagai putri Muhammadiyah.
“Itu artinya bahwa nandaku semua telah resmi berada di rumah besar Muhammadiyah. Mari kita rawat rumah besar kita dengan berbagai aktivitas dakwah. Aktivitas dakwah yang dimaksud sejalan dengan tema yang diangkat hari ini, yaitu ‘Berdaya, Bergerak, dan Berdampak’,” ungkapnya.
Berdaya artinya Nasyiatul Aisyiyah memiliki kapasitas, pengetahuan, dan pengalaman sebagai syarat untuk menghadapi pergolakan zaman. Sementara bergerak berarti tidak boleh berdiam diri, tetapi aktif turun ke lapangan menggerakkan program sosial, pendidikan, dan dakwah. Dengan demikian, organisasi akan menjadi berdampak serta memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan lingkungan sekitarnya.
Tokoh masyarakat yang juga sesepuh Muhammadiyah Walangsawa, Ridwan Weleng, memberikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran organisasi putri Muhammadiyah di Omesuri.

