Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

429
Ilustrasi

Ilustrasi

Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya 

Oleh: Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan

Hari ini kita memperingati hari lahir R.A. Kartini, pahlawan nasional yang sangat besar jasanya, terutama dalam menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajibannya, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Kartini melihat bahwa perempuan di negeri ini belum memperoleh hak-haknya secara memadai, khususnya dalam bidang pendidikan. Padahal, melalui pendidikanlah wawasan perempuan akan terbuka, sehingga mereka mampu memperjuangkan dan memperoleh hak-haknya secara semestinya.

Meski Indonesia telah merdeka, kita masih menyaksikan bahwa perempuan tetap rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik, psikis, maupun seksual. Di ranah digital, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan juga semakin marak. Bahkan, tidak jarang kita temukan perilaku yang merendahkan harkat dan martabat perempuan, termasuk yang dilakukan oleh perempuan sendiri melalui praktik pornoaksi dan pornografi yang merusak akhlak dan moral bangsa, terutama generasi muda.

Dalam dunia kerja, diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi, baik dalam hal kesempatan kerja, jenjang karier, maupun upah. Selain itu, masih banyak ibu yang belum mendapatkan hak cuti melahirkan secara layak demi kepentingan terbaik bagi anaknya. Persoalan lain yang tak kalah memprihatinkan adalah beban ganda: di satu sisi perempuan bekerja mencari nafkah, namun di sisi lain tetap memikul tanggung jawab penuh atas pekerjaan domestik rumah tangga.

Dalam ranah publik dan politik, partisipasi perempuan sering terhambat oleh urusan keluarga maupun budaya yang belum sepenuhnya mendukung. Akibatnya, banyak perempuan belum dapat tampil dan berperan secara optimal di ruang publik.

Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk terus mengangkat harkat dan martabat perempuan. Kita meyakini bahwa ketika perempuan memperoleh hak-haknya dan menjalankan kewajibannya dengan baik, maka bangsa ini akan menjadi kuat dan maju. Sebagaimana ungkapan bijak: al-mar’ah ‘imadul bilad—perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baiklah negara tersebut; jika rusak, maka rusaklah negara itu.

Untuk itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk memperhatikan hak-hak perempuan, terutama dalam hal pendidikan, akhlak, dan peran mereka di berbagai dimensi kehidupan. Dengan demikian, kita optimistis masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini akan tumbuh menjadi bangsa yang maju dan berkemajuan.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Tanggalnya Jilbab dan Tumbangnya Pohon Beringin Oleh: Immawan Wahyudi, Dosen Fakultas Hukum UAD, ma....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Wawasan

Pandangan Masyarakat Sekitar “Kisruh” Muhammadiyah Vs BSI Oleh: Muhammad Akhyar Adnan, ....

Suara Muhammadiyah

10 July 2024

Wawasan

Ikhtiar Awal Menuju Keluarga Sakinah (13)  Oleh: Mohammad Fakhrudin dan Iyus Herdiana Saputra ....

Suara Muhammadiyah

30 November 2023

Wawasan

Menjadi Muslim Berkemajuan di Era Serba Instan Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Sy....

Suara Muhammadiyah

24 June 2026

Wawasan

Sekolah di Ujung Jari, Akal di Persimpangan Oleh: Amrizal Pagi itu, seorang siswa SMP di pinggira....

Suara Muhammadiyah

7 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah