OlympiCAD Makassar 2026 Gaungkan “Global Muslim Citizens”

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

608
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Panitia OlympiCAD Makassar 2026 bekerja sama dengan EduCourse menggelar seminar internasional bertema “Membentuk Global Muslim Citizens melalui STEM, Teknologi, dan Pendidikan Internasional” di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita ini menghadirkan Mutiara Hikma Mahendradatta (CEO Maleo Group) dan Eng. Abdullah Bawazier (CEO Tymozz Iqraa Arabic, Ummul Quro University).

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian OlympiCAD Makassar 2026 untuk memperluas jejaring, memperkuat literasi STEM, serta membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas negara melalui inisiasi nota kesepahaman (MoU). Penyelenggara juga menampilkan agenda “Kesempatan MoU Internasional” sebagai salah satu keluaran yang ditargetkan dari pertemuan ini.

Ketua panitia, Dr Pantja Nur Wahidin menyampaikan, forum ini dirancang untuk mempertemukan perspektif global dan kebutuhan lokal dalam pengembangan pendidikan. Kolaborasi bersama EduCourse, menurut panitia, menjadi upaya mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Dalam pemaparannya, Mutiara menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menyiapkan masa depan pendidikan. “Masa depan itu penuh harapan dan kebutuhan. Kita akan belajar tanggung jawab, bukan hanya tentang warna sekolah, tetapi kualitas sekolah yang memahami tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menuturkan, pengalaman akademik lintas negara membentuk cara pandangnya dalam membaca perubahan global. Menurut dia, pendidikan perlu menguatkan kompetensi teknologi sekaligus karakter, agar peserta didik mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat internasional.

Mutiara juga menyinggung kebutuhan akselerasi literasi digital, termasuk penguatan coding dan pemanfaatan teknologi pendidikan agar akses belajar makin merata. Ia menilai pemerataan kualitas pendidikan dapat dipercepat lewat kolaborasi lintas institusi dan lintas negara.

Sementara itu, Abdullah menyoroti urgensi bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan bahasa keilmuan Islam. “Bahasa Arab bukan sekadar bahasa, tetapi bahasa spiritual. Ketika memahami Al-Qur’an secara langsung, koneksi kita menjadi lebih dalam,” katanya.

Abdullah menyampaikan pihaknya tengah menginisiasi penguatan kompetensi guru bahasa Arab serta penyusunan struktur kurikulum yang lebih terstandar untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Ia juga membuka peluang kolaborasi bagi institusi pendidikan di Indonesia yang ingin memperluas jejaring internasional.

“Kami mengundang sekolah dan institusi di Indonesia untuk mengambil bagian dalam kolaborasi ini. Ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi membangun peradaban,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan peluang pembelajaran jarak jauh dan dukungan teknis. Penyelenggara menyatakan kegiatan lanjutan akan diarahkan pada penguatan program dan penandatanganan MoU dengan mitra pendidikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penulisan karya ilmiah berfungsi sebagai media untuk mengembangkan ilm....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Hidup manusia itu dikendalikan oleh dua hal, yang pertama nafsu dan ked....

Suara Muhammadiyah

21 March 2024

Berita

KEDIRI, Suara Muhammadiyah – Cahaya pagi di Masjid Nurul Hikmah, Kota Kediri, menjadi saksi ha....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Berita

Ziarah Makam Pahlawan dan Sarasehan Bersama Veteran Angkatan Perang Sabil YOGYAKARTA, Suara Muhamma....

Suara Muhammadiyah

12 November 2024

Berita

MOROWALI, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AM....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah