Ormas Islam yang Mandiri dan Problem Solver

Suara Muhammadiyah

14 August 2026

425
Milad 14 tahun PT Gramasurya

Milad 14 tahun PT Gramasurya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prinsipnya, sebagai ormas Islam berkemajuan, Muhammadiyah telah meneguhkan posisinya sebagai problem solving dengan cara memperkuat aspek kemandirian di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto pada momentum Milad 14 tahun PT Gramasurya. Tentang bagaimana Muhammadiyah mengelola serta memaksimalkan potensinya membangun kemandirian melalui pendirian amal usaha di  berbagai bidang.

Ia mencontohkan Gramasurya. Sebagai amal usaha yang bergerak di bidang percetakan, Gramasurya menjadi teladan dalam hal kemandirian. Memenuhi seluruh kebutuhan internal Muhammadiyah dari usaha sendiri. Dari sinilah, Gramasurya terus bertransformasi, memiliki komitmen kuat untuk memperluas radius pelayananan. Bukan hanya menjangkau pihak internal Persyarikatan, namun juga mampu melayani berbagai pihak di luar Muhammadiyah. 

“Harapannya, pelanggan Gramasurya menjadi lebih beragam, dulunya hanya dari kalangan internal, sekarang menjangkau mereka yang berada di luar Persyarikatan,” ujarnya.  

Untuk menguatkan aspek ini, Komisaris Utama PT Gramasurya itu mendorong para pimpinan hingga karyawan untuk melakukan inovasi, baik dalam aspek produk maupun sistem pelayanan. Sehingga masalah harga yang sebelumnya tinggi dapat ditekan sedemikian rupa agar dapat bersaing bersaing dipasaran. Hal ini menurut Agung menjadi sesuatu yang krusial bagi Gramasurya untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas. 

“Dalam hal ini inovasi menjadi sebuah keniscayaan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif,” tegasnya.

“Di milad 14 tahun Gramasurya ini, mudah-mudahan kurvanya terus naik dan terus berkembang,” tambah Agung.

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Gramasurya Iwan Setiawan mengaku, 14 tahun Gramasurya tidak dapat dilepaskan dari peran strategis berbagai pihak, khususnya amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di sektor pendidikan.

Ia bersama jajaran merasa sangat bersyukur dapat menyelenggarakan milad ke-14 tahun Gramasurya dengan cara dan fasilitas yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan menurutnya ini adalah keberkahan yang tak terkira.

Kesyukuran tersebut ia ungkapkan melalui beberapa inovasi produk agar dapat diterima oleh berbagai kalangan secara luas. Salah satunya dilaunchingnya video book, kontenmu, sebuah aplikasi yang diciptakan untuk mendukung buku ajar yang selama ini cenderung monoton dan kurang menarik untuk dibaca. 

“Mengingat pasar yang besar, kita akan membangun itu,” tegasnya.

Bukan hanya itu, dalam laporannya Iwan menyebutkan. Dari segi deviden, Gramasurya berhasil mencatatkan keuntungan sebesar 9,3 miliar dengan omset sekitar 50 miliar. Tepuk tangan pun membahana memenuhi isi aula. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sebagai bentuk optimalisasi gerakan Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS....

Suara Muhammadiyah

27 July 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Pusat Baitu....

Suara Muhammadiyah

21 April 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Untuk pertama kalinya, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekaja....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban mengadakan kegiatan Outbond dan....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - TIM Kreativitas Mahasiswa Kewairausahaan (PKM-K) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah