Therapy Healing Resiliensi untuk Penguatan Korban Kekerasan

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

1650
Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban mengadakan kegiatan Outbond dan Therapy Healing Resiliensi untuk penguatan dan peningkatan kapasitas anak korban kekerasan. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (26/5) di tempat wisata pantai Semilir Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ini melibatkan pendampingan terhadap 50 anak korban kekerasan. Berbagai pihak turut berperan serta dalam kegiatan ini, termasuk Majelis Hukum dan HAM serta Majelis Kesejahteraan Sosial dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban, Pusat Studi Gender Universitas Negeri Malang sebagai tim ahli psikologi, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Nasyiatul 'Aisyiyah, dan Lembaga Perlindungan Anak Tuban. 

Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis dan memperkuat resiliensi anak-anak yang menjadi korban kekerasan. 

Outbond dan therapy healing ini diharapkan dapat membantu anak-anak dalam proses pemulihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kapasitas mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. 

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban, Indah Ummu Chilmi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung program ini. 

"Kerjasama yang solid antara berbagai lembaga ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi anak-anak yang kita dampingi," ujarnya. 

Kepada orang tua, ia berpesan bahwa, anak merupakan amanah dari Allah. Oleh karena itu, didik dan bimbing mereka menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah. 

"Anak-anak ini adalah amanah dari Allah. Merekalah penerus kita maka harus disiapkan agar mereka yang kelak mengisi Negera ini sehingga menjadi negara yang Thoyyibatun wa robbun Ghofur," ungkapnya. 

"Di masa kehamilan, tentu kita sudah siapkan anak-anak kita dengan kasih sayang yang kita berikan dengan harapan menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah," imbuhnya. 

Lanjutnya, untuk menjadikan anak-anak yang Sholeh dan Sholehah, orang tua harus menempatkan mereka di lingkungan yang baik, memilih teman yang baik serta sekolah yang baik. 

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini, anak-anak korban kekerasan dapat termotivasi untuk menggapai cita-cita sesuai harapan orang tua di masa yang akan datang. Sementara itu, ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tuban, Selamet Efendi sebagai salah satu pemateri mengatakan bahwa, tidak ada anak yang nakal, semua anak itu memiliki potensi. 

"Masih banyak orang tua yang menvonis anaknya nakal, ini salah. Anak-anak itu tidak ada yang nakal, tiap anak memiliki potensi. Orang tua wajib menggali potensi anaknya untuk dikembangkan," tandasnya. 

Ia juga meminta kepada orang tua untuk tidak melarang anak-anaknya bermain. "Jangan larang anak-anaknya untuk bermain, sebagai orang tua tetap mengawasi mereka." 

Pada kesempatan yang sama, Sumah Gianto selaku ketua panitia menyampaikan rangkaian kegiatan dalam acara ini. 

"Kegiatannya, parenting, outbond serta hardskill untuk pengembangan hobi anak dengan harapan mereka mampu mengembangkan potensi pribadi. Karena anak-anak yang kita bina berjumlah 50 ini korban dari kekerasan dalam rumah tangga," ungkapnya. 

Dirinya berharap, anak-anak korban kekerasan ini tumbuh kembang menjadi manusia mandiri terbebas dari trauma masa lalu. 

Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para peserta dan pendamping. Mereka menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak korban kekerasan, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik di masa depan. 

Dengan adanya program ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban menunjukkan komitmen kuat dalam upaya perlindungan anak dan peningkatan kesejahteraan sosial, serta menjalin kerjasama yang efektif dengan berbagai pihak terkait. (iwan/diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TAKENGON, Suara Muhammadiyah — Emergency Medical Team (EMT)–MDMC Unismuh Makassar mengaw....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah senantiasa menempatkan kesejahteraan dosen dan st....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Berita

MAMUJU, Suara Muhammadiyah - Prosesi wisuda sarjana angkatan III 2023 Universitas Muhammadiyah Mamuj....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat kembali mengg....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya sebagai tuan ruma....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah