Pada Dasarnya Sehat, Saat Diuji Sakit Jangan Pesimis dan Skeptis

Publish

12 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
287
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

KEDIRI, Suara Muhammadiyah – Dalam tubuh manusia, terdapat sifat dasar elementer yang melekat kuat dan tidak dapat dipisahkan, yakni sehat dan sakit. Kata sehat, bermakna kondisi tubuh yang tidak sakit.

“Sehat secara umum ditempelkan pada manusia,” kata Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurutnya, hal demikian itu telah menjadi kehendak dari Sang Maha Pencipta Semesta Raya.

“Manusia itu di desain oleh Allah pada dasarnya sehat,” tuturnya, melanjutkan bisa sewaktu-waktu tertimpa sakit. “Ketika sudah sakit, lalu orang melakukan ikhtiar-ikhtiar untuk pengobatan,” sebutnya saat Kajian & Konsolidasi Muhammadiyah se-Kabupaten Kediri di Masjid Haitsam Ibrahim Abdullah, Brenggolo, Plosoklaten, Kediri, Jawa Timur, Ahad (11/1).

Namun demikian, otoritas tertinggi pemberi penyembuhan tetap berada di kuasa-Nya. “Kalau aku sakit, maka Allahlah yang menyembuhkan aku,” ucapnya, menukil Qs Asy-Syuara ayat 80. Dalam konteks sakit, disebut Saad muncul karena ada penyebab yang menyertainya.

Tersebut di Qs asy-Syuara ayat 79. “Dari situ kita bisa mengambil pelajaran, sakit itu sebabnya soal makan dan minum,” sebut Saad, menggarisbawahi hal ini bukan sebab yang utama, “tapi sebab yang paling dekat,” sambungnya.

Sementara, sebab yang utama itu, termaktub di Qs asy-Syuara ayat 78. “(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku.” Tegas Saad, “Sejatinya manusia telah diberi petunjuk oleh Allah, diberi hidayah sebelum memiliki tubuh. Artinya, kita sudah pernah dididik dan diberi petunjuk oleh Allah sebelum diciptakannya fisik.”

Dalam konteks inilah kemudian, Al-Qur’an memberi petunjuk agar bersegera melakukan pengobatan sebelum sakit. Dengan cara apa? “Menata jiwa kita,” sebut Saad. Sekali pun demikian, jangan sampai terbaluti penyakit hati: dengki, iri, gergeten, bertengkar, dan lainnya.

“Jadi di situ, tidak boleh,” tekannya Saad dengan kentara. Yang di sinilah titik picu munculnya akibat tidak elok dalam tubuh manusia. “Itu perlu di tata di sini (hati kita),” sambungnya. Dalam hal ini, Saad mengajak optimis ketika sakit dengan diberikan kesembuhan.

“Jangan pesimis,” tegasnya. “Kita minta kesembuhan kepada Allah, baik kita sedang sakit, termasuk juga belum sakit,” tambahnya. Yang dikerucutkan varibel kesembuhan itu dari sisi fisik, dengan mengonsumsi madu. Tapi kalau korelasinya dengan jiwa, yaitu dengan medium Qur’an. “Karena itu biasakan baca Qur’an,” pesan Saad, yang ini memiliki peran amat substansial dalam kehidupan. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Selasa tanggal 20 Januari 2025, Direktur Utama Suara Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perguruan Muhammadiyah Limau Bendi, yang terdiri dari SD Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Berita

Edukasi Olahan Pangan Berbasis B2SA  KUDUS, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah ‘....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik – Pimpinan Daerah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

7 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gedung induk Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Notop....

Suara Muhammadiyah

6 August 2025