Pakar UM Bandung: Literasi Diri Bekal Generasi Muda Hadapi Tekanan Sosial

Publish

11 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
303
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Megha Sakova SMB MM mengatakan bahwa kesadaran untuk mengenal diri sendiri merupakan fondasi penting dalam membangun kepribadian yang sehat dan seimbang. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Literasi Diri bertajuk “Mengenal Diri: Hal yang Sering Kita Lupakan” yang digelar Duta Literasi Manajemen UM Bandung pada Selasa (10/02/2026).

Menurut Megha, mengenal diri bukan sekadar mengetahui sifat atau kebiasaan yang tampak di permukaan, melainkan memahami secara sadar apa yang dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan, dan batas-batas diri. “Mengenal diri itu bukan berdasarkan tuntutan orang lain, melainkan dari kesadaran diri sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, banyak individu yang tanpa sadar menjalani hidup berdasarkan ekspektasi sosial karena belum benar-benar memahami dirinya. Kondisi tersebut membuat seseorang mudah terjebak dalam tekanan dan penilaian dari luar. “Kalau seseorang belum kenal dirinya, maka hidupnya akan terus dikendalikan oleh standar dan harapan orang lain,” kata Megha.

Lebih lanjut, Megha memaparkan konsep self-awareness sebagai kemampuan untuk menyadari apa yang sedang terjadi di dalam diri. Kesadaran tersebut mencakup pemahaman terhadap emosi, pola pikir, alasan bereaksi terhadap suatu situasi, dan dampak perilaku terhadap orang lain. “Self-awareness bukan cuma tahu diri, tetapi sadar mengapa kita bersikap seperti itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, banyak orang mengira sudah mengenal dirinya, padahal baru sebatas mengetahui sifat luar. Menurutnya, self-awareness menuntut seseorang masuk ke level refleksi yang lebih dalam. “Bukan hanya ‘apa saya seperti ini’, tapi ‘mengapa saya menjadi seperti ini’,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Megha juga menjelaskan bahwa setiap manusia sejak lahir membawa watak dasar yang tidak netral. Watak tersebut dipengaruhi oleh faktor biologis, pengalaman awal kehidupan, serta lingkungan keluarga dan sosial. “Watak dasar itu bukan salah atau benar, tetapi fakta tentang diri yang perlu dipahami,” ujarnya.

Watak dasar manusia, lanjut Megha, dapat diklasifikasikan menjadi tiga kecenderungan utama, yaitu introvert, ekstrovert, dan ambivert. Ketiganya berkaitan dengan cara seseorang mendapatkan dan mengelola energi, bukan soal kecerdasan atau keberanian. Introvert memperoleh energi dari waktu sendiri, sedangkan ekstrovert dari interaksi sosial.

Dia menilai pemahaman terhadap watak dasar sangat penting agar seseorang tidak memaksakan diri pada peran yang tidak sesuai. “Tanpa self-awareness, orang bisa kelelahan secara mental karena terus memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirinya,” kata Megha.

Selain itu, Megha juga membahas empat tipe kepribadian, yakni sanguinis, koleris, plegmatis, dan melankolis. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda. Menurut Megha, persoalan sering muncul bukan karena tipe kepribadian tertentu, melainkan karena ketidaksadaran dalam mengelolanya.

Sebagai penutup, Megha menegaskan bahwa kepribadian manusia terbentuk dari perpaduan watak dasar, pengalaman hidup, dan kesadaran diri. Dengan self-awareness, watak dapat diolah menjadi kekuatan personal. “Orang yang paling siap menghadapi dunia bukan yang paling sempurna, tetapi yang paling sadar akan dirinya sendiri,” pungkasnya.*(FA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyalurkan zakat in....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Tim Robotika SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) sukses mengh....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Senam sehat Milad Mu'allimin ke-107 diikuti ratusan peserta dari ci....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meraih pengh....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Berbagi kebahagiaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti yang d....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah