Pasca Ramadhan, Berubah Lebih Baik atau Jauh Panggang dari Api?

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

702
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah — Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Mujahidin Surabaya berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Ribuan jamaah memadati area masjid hingga meluber ke sepanjang Jalan Perak Timur dan Perak Barat, menciptakan suasana yang semarak dan menggugah.

Khutbah Idul Fitri 1447 H disampaikan  Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam khutbahnya, Arifin menegaskan, Ramadhan bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk menjaga ketakwaan dan merawat ampunan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip firman Allah dalam QS. Asy-Syam ayat 9-10, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesucian jiwa sebagai kunci keberuntungan hidup.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan puasa Ramadhan sejatinya tidak diukur saat bulan Ramadhan berlangsung, melainkan setelah Ramadhan itu berlalu.

"Ukuran keberhasilan itu terlihat dari sejauh mana seorang hamba tetap mampu menjaga kualitas ibadahnya—apakah masih terus shalat dengan khusyuk, menjaga lisan, memperbanyak amal, dan menjauhi perbuatan sia-sia sebagaimana yang dilakukan selama Ramadhan," tegasnya.

Ia kemudian mengajak jamaah untuk meluruskan niat dalam beribadah, menegaskan bahwa setiap amal—baik shalat, sedekah, maupun kebaikan lainnya—harus dilakukan semata-mata karena Allah. Idul Fitri, menurutnya, adalah momentum memperkuat keikhlasan, bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Ia menggambarkan proses perubahan melalui analogi alam: ulat yang berubah menjadi kupu-kupu dan ular yang berganti kulit.

Perumpamaan ini menjadi refleksi mendalam bagi jamaah untuk bertanya pada diri masing-masing: apa yang telah berubah setelah menjalani Ramadhan?

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebiasaan baik selama Ramadhan—menjaga diri dari hal sia-sia, memperbanyak ibadah, dan mengisi waktu dengan amal saleh—harus terus dipertahankan.

"Tantangan sesungguhnya, adalah menjaga konsistensi setelah Ramadhan berlalu," bebernya.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, ia juga mengingatkan agar kemajuan tersebut tidak menjadi penghalang dalam menjaga nilai-nilai kebaikan.

"Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat iman dan memperluas dakwah," tandasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Wilayah Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (I....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

UK, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerja sama de....

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -- Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad D....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Dr Ma’mun Mur....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

ACEH SINGKIL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Kabupaten Aceh Singkil melakukan Groundbreaking (....

Suara Muhammadiyah

31 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah