BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Situasi kehidupan saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja. Ada banyak masalah krusial dihadapkan; perceraian, ucap Hilman Latief, mengambil sebuah sampel.
"Tahun 2025 angka perceraian mencapai 438.168 orang, meningkat dari tahun 2024 yang berjumlah 399.921 orang," kata Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
Masalah krusial berikutnya; ekonomi. Kata Hilman, Angka pengangguran terbuka di Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar 4,74%, atau sekitar 7,35 juta orang dari total 155,2 juta angkatan kerja.
"Angka ini menunjukkan tren penurunan dari 7,46 juta pada Agustus 2025, dengan Gen Z (usia 15-29 tahun) mendominasi tingkat pengangguran tertinggi," bebernya.
Juga meliputi kasus judi online, terdapat 8.8- 9.8 juta orang Indonesia terlibat judol. "Melibatkan mayoritas masyarakat ekonomi menengah ke bawah," ucap Hilman.
Ditambahkan sekali lagi oleh Hilman, terdapat 80 ribu anak-anak di bawah usia 10 tahun yang terindikasi bermain Judol.
Jawa Barat, sebutnya, menempati posisi teritnggi pengguna Judol dengan 952.281 orang yang bermain Judi Online.
"Tak banyak informais orang yang kaya karena judol, yang nyata adalah semakin banytak masyarakat bertambah miskin karena judi online," ulasnya.
Termasuk, petaka bencana alam yang menerjang wilayah Sumatera dengan cakupan wilayah di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Demikian juga, yang terjadi di Jawa Tengah, dan kawasan lainnya.
"Itulah beberapa situasi terkini yang kita saksikan dan rasakan," ucapnya, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Softball Lodaya, Malabar, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dera masalah krusial tersebut, niscaya menjadi kontemplasi bagi umat Islam di Indonesia. Implikasinya dengan Ramadhan, umat Islam telah digembleng menjadi manusia yang tangguh.
"Bulan Ramadhan yang tiap tahun kita lalui adalah proses spiritual dan mental bagi kita untuk menjadi sosok yang tangguh," tekannya.
Dalam situasi demikian, tentu saja kesyukuran menjadi fondasi dari kekuatan mental kaum Muslimin dalam menghadapi pelbagai masalah krusial seperti terbentang di atas tadi.
"Banyak masalah yang kita hadapi belakangan ini, baik masalah keluarga, masalah sosial, masalah ekonomi ataupun masalah-masalah lain akibat fenomena alam, tapi lambat laun dapat diselesaikan, cepat atau lambat," tandasnya. (Cris)
