JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipayung Jakarta Timur menggelar pengajian rutin "Hari Ber-Muhammadiyah ke-19" yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan pembagian sembako untuk dhuafa di Masjid Joko Agung Purnomo, Griya Dakwah Muhammadiyah Cipayung Jakarta Timur, Sabtu (24/1).
Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Wakil Rektor IV Uhamka, Dr. M. Dwi Fajri, yang mengumumkan program beasiswa khusus bagi merbot masjid.
Dalam tausiyahnya, Ust Dr. M. Dwi Fajri menekankan pentingnya persiapan diri (tarhib) menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Ia mengibaratkan kesiapan umat Islam harus melampaui kesiapan para pedagang di pasar.
"Para pebisnis saja sudah berpikir visioner, barang-barang kebutuhan Lebaran sudah dipajang sejak sekarang. Pertanyaan untuk kita, apa persiapan ruhani kita? Kita sudah berulang kali bertemu Ramadan, ada yang sudah 50 bahkan 60 kali. Harusnya puasa itu benar-benar meresap dan mengubah perilaku kita menjadi lebih sabar dan sehat," ujar Ust Dr. M. Dwi Fajri di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan adalah bagian dari persiapan masa depan umat. Oleh karena itu, Uhamka berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi melalui beasiswa.
"Uhamka ingin hadir memberikan solusi. Beasiswa untuk merbot ini adalah apresiasi kami kepada mereka yang menjaga rumah Allah agar mereka juga bisa memiliki masa depan pendidikan yang cerah," tambahnya.
Ketua PCM Cipayung, Ust H.A. Rahman Tinambunan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial Muhammadiyah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga dhuafa dan anak yatim melalui pembagian paket sembako.
"Hari Ber-Muhammadiyah bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi aksi nyata. Hari ini kami membagikan sembako untuk saudara-saudara kita yang dhuafa agar mereka juga merasakan kebahagiaan menyambut Ramadan. Kami sangat berterima kasih kepada Uhamka atas sinergi beasiswa yang diberikan," tutur H.A. Rahman Tinambunan.
Acara yang berlangsung khidmat dihadiri oleh puluhan jamaah, anak yatim, dan tokoh masyarakat setempat. Selain mendengarkan materi keagamaan, para jamaah yang hadir mendapatkan paket bahan pokok untuk membantu kebutuhan dapur menjelang bulan puasa.
Kolaborasi antara PCM Cipayung dan Perguruan Tinggi seperti dengan Uhamka ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk santunan jangka pendek seperti sembako, tetapi juga investasi jangka panjang melalui pendidikan tinggi bagi kader-kader penggerak dakwah di tingkat akar rumput.

