PCM Ngaglik Gelar Workshop, Memasifkan Gerakan Shadaqah Sampah

Suara Muhammadiyah

11 December 2023

1796
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Melalui Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) PCM Ngaglik Sleman DIY menggelar serangkaian kegiatan dalam upaya berperan aktif dalam menangani permasalahan sampah. Dimulai dengan Lokalatif Sedekah Sampah (19/11/2023), Tabligh Akbar  Gerakan Shadaqah Sampah (25/11/2023) dilanjutkan dengan Workshop sehari tentang Me-massive-kan Gerakan Shadaqah Sampah (10/12/2023). 

Dalam sambutan iftitahnya, Maman Sulaeman (Sekretaris PCM Ngaglik) menengaskan bahwa “Persyarikatan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi agama tertua di Indonesia yang memiliki semangat amar ma’ruf nahi munkar tentunya harus berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sampah, dimulai pada lingkup rumah tangga warga persyarikatan hingga di berbagai Amal Usaha yang dikelolanya. Selaku pimpinan PCM, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tak terhingga atas inisiasi dari AMM PCM Ngaglik ini”.

Dalam workshop ini, AMM mendatangkan Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah, mengawalinya dengan mamaparkan bahwa “Pelestarian lingkungan bukan semata-mata tuntutan ekonomis, politis, atau desakan program pembangunan, tetapi harus dipahami sebagai perintah agama yang wajib dilaksanakan”.

Lebih lanjut, beilau menegaskan bahwa Teologi Lingkungan yang bermakna Yaitu suatu konsep berpikir dan bertindak manusia terhadap lingkungan hidupnya dengan mengintegrasikan aspek fisik (adanya keterlibatan antara manusia dan alam dalam pengertian eksplorasi dan pemanfaatannya) dan aspek non fisik (kesadaran manusia tentang alam itu adalah perwujudan Tuhan dalam pengertian ayat-ayat Allah yang menunjukkan bukti-bukti kekuasaan Allah) harus diimplementasikan di muka bumi ini secara saksama, terencana, sistematis dan berkelanjutan”, tegas Founder Yayasan Sehati Asnaf Indonesia.

Gerakan Shadaqoh Sampah (GSS) yang sudah dilaunching MLH pada tahun 2011 ini harus menjadi salah solusi terhadap penanganan sampah yang harus dimulai dari sumber sampah yakni rumah tangga. Beberapa fakta yang harus diperhatikan jika tidak mengimplementasikan GSS, yakni:

1.       Jika sisa makanan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) akan menghasilkan gas metana, zat berbahaya jika menumpuk tak diolah. 

2.       Tak sedikit TPA yang kebakaran karena konsentrasi gas metana. Salah satunya yang menghebohkan adalah kebakaran dan longsor hebat di TPA Leuwigajah, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang disebut sebagai tsunami sampah.

3.       73% sampah plastik di pantai adalah plastik kresek, botol, dan lainnya. 

4.       Sekitar satu juta botol plastik dibeli di seluruh dunia tiap menit. 

5.       Dua juta kantong plastik digunakan tiap menit, membunuh lebih dari 1 juta burung laut dan hewan tiap tahun, dan rata-rata orang makan 70 ribu mikroplastik tiap tahunnya. 

6.       Dalam sehari, sebanyak 93 juta sedotan digunakan di seluruh dunia

7.       Styrofoam juga sangat berbahaya, jika panas dan berlemak, zat styrene bisa pindah ke makanan.

 

Oleh karena itu, Hidayat Tri berpesan agar hasil yang diharapkan dari GSS adalah “membangun kesadaran dan kepedulian. Melalui GSS warga persyarikatan Muhammadiyah se Kecamatan Ngaglik makin sadar dan peduli pentingnya pengelolaan sampah, serta mampu berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana banjir, pencemaran, kerusakan lingkungan”.

Persoalan sampah sebenarnya berawal dari perilaku. Islam mengajarkan untuk tidak melakukan perbuatan buruk. Jika sampah di jadikan atau diidentikan dengan keburukan, maka setiap orang Islam akan berfikir dan bertindak bagaimana kita tidak menghasilkan sampah (sesuatu keburukan) yang dilarang agama. Dalam praktiknya dapat diartikan sebagai mengurangi sampah dari sumbernya. Namun, jika sampah dianggap sebagai bahan sisa dan atau sumber daya, maka silahkan memanfaatkannya untuk berbagai keperluan sehingga semuanya termanfaatkan.

Workshop ini dihadiri oleh perwakilan dari PCM, PCPM, ‘Aisyiyah, NA, PRM dan AMM se-Kecamatan Ngaglik yang diselenggarakan setelah Pengajian Rutin Ahad di Masjid Ahmad Dahlan.  


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANGKA BARAT, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Milad Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ke 106, Kwarti....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelengga....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Solo periode 2023-2027 telah....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Zamah Sari ....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

“Sebenarnya Munas ke-5 IGABA akan berlangsung di Jakarta. Berhubung di Jogja kita sudah punya ....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah