GRESIK, Suara Muhammadiyah – Keberadaan Cabang dan Ranting harus terus diperkuat. Sebab, hal demikian itu menjadi pokok pangkal dari kekuatan Muhammadiyah.
“Ujung tombak Persyarikatan,” kata Achmad Muladzid, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu.
Dalam pada itu, diperkuat oleh Hasan Ubaidillah yang menyebut, kekuatan Muhammadiyah tidak terletak pada struktur organisasi, tetapi bagaimana menghidupkan gerakan hingga tingkat akar rumput.
Demikian disampaikan Hasan saat Pertemuan Periodik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu, Ahad (4/10) di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Sidayu, Gresik, Jawa Timur.
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu mengatakan, kondisi Cabang dan Ranting di setiap daerah tidak selalu sama.
Menurutnya, ada sebagian yang berkembang pesat dengan aktivitas yang semakin kuat, sementara sebagian lainnya masih berjuang membangun dan menghidupkan aktivitas Persyarikatan.
“Ada Cabang yang berkembang sangat cepat. Ada Cabang yang masih berjuang. Ada Ranting yang sangat aktif, ada juga yang aktivitasnya masih terbatas,” bebernya.
Kondisi serupa juga terlihat pada masjid. Sebagian masjid Muhammadiyah telah berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat. “Namun, sebagian lainnya masih menghadapi tantangan untuk menghidupkan kegiatan di luar ibadah rutin,” tuturnya.
Di samping itu, yang menyolok dari sisi kepengurusannya. Saat ini masih banyak masjid yang pengurusnya berasal dari kalangan generasi tua. Di sinilah Hasan menekankan perlu adanya kaderisasi. “Pengurusnya itu-itu saja, program sudah disusun, tetapi yang bekerja hanya beberapa orang,” ujarnya.
Dengan memasukkan kalangan generasi muda, di samping ada penyegaran kepengurusan, bersamaan dengan itu, juga memberikan kekuatan baru untuk menjalankan dan menggerakkan masjid, berikut tidak ketinggalan dari sisi Cabang dan Ranting. (Azhar/Cris)

