PDM Jakarta Timur Teguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

648
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Hari Bermuhammadiyah pada Ahad, 14 Desember 2025, bertempat di Masjid Darul Ulum Kampus FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah” dan diikuti oleh pimpinan persyarikatan, warga Muhammadiyah, serta simpatisan dari berbagai cabang dan ranting se-Jakarta Timur.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ciracas, Drs. H. Kusmajid, M.Pd, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDM Jakarta Timur menjadikan wilayah Ciracas sebagai tuan rumah kegiatan Hari Bermuhammadiyah. Ia menegaskan pentingnya pengajian persyarikatan sebagai sarana konsolidasi ideologi dan penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Gerakan Tajdid merupakan ruh dan jiwa Muhammadiyah yang harus senantiasa dihidupkan dalam setiap periode kepemimpinan.

“Gerakan tajdid bermakna bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah, baik di tingkat ranting, cabang, daerah, maupun wilayah, harus selalu mencari kebaruan di tiap periodenya. Tajdid adalah jiwa di Muhammadiyah untuk mewujudkan gerakan Islam berkemajuan,” tegas Prof. Arif.

Menurutnya, tajdid tidak boleh dipahami secara sempit sebagai perubahan simbolik, melainkan sebagai upaya berkelanjutan untuk menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang relevan dengan tantangan zaman, responsif terhadap persoalan umat, dan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abu Bakar, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah di Jakarta Timur untuk terus memperkuat komitmen ideologis dan organisatoris. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Dr. Hadiyan, MA, selaku Ketua Majelis Tabligh PWM DKI Jakarta sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dalam paparannya, Dr. Hadiyan menegaskan bahwa tajdid Muhammadiyah mencakup dua dimensi utama, yakni pemurnian ajaran Islam dan pengembangan pemikiran serta gerakan sosial yang berkemajuan.

Ia menekankan bahwa tajdid harus terwujud dalam dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang mencerdaskan, serta amal usaha yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga Persyarikatan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan spirit tajdid Muhammadiyah di tengah dinamika zaman yang terus berubah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah berlangsung beberapa kegiatan seperti aneka perlombaa....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, SMK Muhamm....

Suara Muhammadiyah

22 April 2024

Berita

Saat Sekolah Muhammadiyah Datangkan Barbershop, Menanamkan Kesadaran Diri Lewat Disiplin Positi....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Meski baru meluluskan angkatan kedua, Program Studi Profesi A....

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhamm....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah