PDM Jakarta Timur Teguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

757
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Hari Bermuhammadiyah pada Ahad, 14 Desember 2025, bertempat di Masjid Darul Ulum Kampus FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah” dan diikuti oleh pimpinan persyarikatan, warga Muhammadiyah, serta simpatisan dari berbagai cabang dan ranting se-Jakarta Timur.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ciracas, Drs. H. Kusmajid, M.Pd, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDM Jakarta Timur menjadikan wilayah Ciracas sebagai tuan rumah kegiatan Hari Bermuhammadiyah. Ia menegaskan pentingnya pengajian persyarikatan sebagai sarana konsolidasi ideologi dan penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Gerakan Tajdid merupakan ruh dan jiwa Muhammadiyah yang harus senantiasa dihidupkan dalam setiap periode kepemimpinan.

“Gerakan tajdid bermakna bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah, baik di tingkat ranting, cabang, daerah, maupun wilayah, harus selalu mencari kebaruan di tiap periodenya. Tajdid adalah jiwa di Muhammadiyah untuk mewujudkan gerakan Islam berkemajuan,” tegas Prof. Arif.

Menurutnya, tajdid tidak boleh dipahami secara sempit sebagai perubahan simbolik, melainkan sebagai upaya berkelanjutan untuk menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang relevan dengan tantangan zaman, responsif terhadap persoalan umat, dan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abu Bakar, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah di Jakarta Timur untuk terus memperkuat komitmen ideologis dan organisatoris. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Dr. Hadiyan, MA, selaku Ketua Majelis Tabligh PWM DKI Jakarta sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dalam paparannya, Dr. Hadiyan menegaskan bahwa tajdid Muhammadiyah mencakup dua dimensi utama, yakni pemurnian ajaran Islam dan pengembangan pemikiran serta gerakan sosial yang berkemajuan.

Ia menekankan bahwa tajdid harus terwujud dalam dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang mencerdaskan, serta amal usaha yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga Persyarikatan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan spirit tajdid Muhammadiyah di tengah dinamika zaman yang terus berubah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pendampingan SMKM Kesehatan Palangkaraya Dorong Peningkatan Mutu dan Penguatan Branding Sekolah PAL....

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di balik gemerlap kesuksesan ParagonCorp, perusahaan kecantikan ter....

Suara Muhammadiyah

28 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar kembali menunjukkan komit....

Suara Muhammadiyah

16 August 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Aceh mengorganisir FGD Baitul Mal Ac....

Suara Muhammadiyah

2 October 2025

Berita

Pengabdian UNISA Yogyakarta di SMP Muhammadiyah 1 Minggir SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammad....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah