TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bandongan Kabupaten Magelang melalui tim jagal menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban dan manajemen kurban, diikuti sekitar 50 peserta, Minggu (3/5).
Mereka merupakan para jagal dan panitia kurban dari berbagai dusun dan desa di Kecamatan Bandongan. Sementara pemateri Muhammad Antok dari Juru Sembelih Halal (Juleha) Jogjakarta.
Ketua PCM Bandongan Ahmad Saefuddin mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam sekaligus memperbarui pengetahuan teknis di lapangan.
"Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktek langsung cara menyembelih hewan dengan benar," kata dia.
Dia mengatakan materi yang disampaikan meliputi teknik penyembelihan yang halal dan higienis, penggunaan alat yang tepat seperti pisau yang tajam, hingga pentingnya perlengkapan keselamatan kerja seperti sarung tangan anti sayat.
Peserta, kata dia, juga dibekali kiat-kiat agar proses penyembelihan berjalan cepat, tepat, dan meminimalkan rasa sakit pada hewan.
Selain itu, kata dia, pelatihan juga menekankan aspek manajemen kurban, mulai dari persiapan sebelum penyembelihan, terutama untuk ternak besar seperti sapi, hingga penanganan daging setelah dipotong.
Peserta lanjutnya, diajarkan cara memperlakukan daging kurban agar tetap higienis dan layak konsumsi, termasuk distribusinya kepada masyarakat.
Ketua Jagal Muhammadiyah Bandongan, Soimung Qorib mengatakan peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan hewan kurban. "Hal ini mencakup ciri-ciri hewan yang layak disembelih serta langkah antisipasi terhadap penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas daging," kata dia.
Dia berharap melalui pelatihan ini, para jagal dan panitia kurban di tingkat ranting maupun masyarakat umum dapat menjalankan proses kurban secara lebih profesional, sesuai syariat, serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. (*)

