Pelatihan Manajemen Koperasi Muhammadiyah Bontoala–Taeng, Perkuat Fondasi Ekonomi Umat

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

706
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah — Majelis Ekonomi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bontoala–Taeng menggelar Pelatihan Manajemen Koperasi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa, Selasa 30 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Legalitas Usaha, Perkoperasian, dan Strategi Pemasaran sebagai Dasar Penguatan Usaha Mikro dan Kecil.”

Pelatihan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga struktur persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting, serta perwakilan pemerintah desa Bontoala dan Taeng.

Ketua PR Muhammadiyah Bontoala–Taeng, Dr Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Namun, koperasi hanya akan berfungsi optimal apabila dikelola secara sehat, profesional, dan memiliki visi pengembangan jangka panjang.

Menurut dia, penguatan ekonomi umat harus dimulai dari pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan koperasi yang modern dan akuntabel. “Koperasi tidak cukup sekadar ada, tetapi harus benar-benar dikelola secara profesional agar mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Abd Rakhim Nanda menambahkan, seluruh ikhtiar ekonomi yang dikembangkan Muhammadiyah harus berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya prinsip ta‘āwanu ‘alal birri wat-taqwā—saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip tersebut, kata dia, menjadi landasan moral agar praktik ekonomi terhindar dari nilai-nilai yang bertentangan dengan syariah.

Selain koperasi, ia juga menekankan pentingnya pengembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi penguatan sosial-ekonomi umat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Ir. H. Mahmuddin, MH, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Ia mencontohkan, pada masa pandemi Covid-19, koperasi relatif mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi karena mengedepankan prinsip kebersamaan dan gotong royong.

Namun demikian, Mahmuddin mengingatkan bahwa tantangan utama koperasi saat ini adalah kualitas pengelolaan. “Jumlah koperasi memang banyak, tetapi yang kita butuhkan adalah koperasi yang sehat, modern, dan berdaya saing. Pengelolaannya tidak bisa lagi dilakukan secara seadanya,” tegasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan keg....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kendala utama bagi calon pekerja migran yakni minimnya keterampilan b....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tugas berdakwah merupakan tanggung jawab semua umat Islam, hal i....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

YORDANIA, Suara Muhammadiyah – Lawatan delegasi Muhammadiyah ke Yordania diawali dengan silatu....

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah