Pelatihan Manajemen Koperasi Muhammadiyah Bontoala–Taeng, Perkuat Fondasi Ekonomi Umat

Publish

30 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
281
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah — Majelis Ekonomi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bontoala–Taeng menggelar Pelatihan Manajemen Koperasi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa, Selasa 30 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Legalitas Usaha, Perkoperasian, dan Strategi Pemasaran sebagai Dasar Penguatan Usaha Mikro dan Kecil.”

Pelatihan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga struktur persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting, serta perwakilan pemerintah desa Bontoala dan Taeng.

Ketua PR Muhammadiyah Bontoala–Taeng, Dr Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Namun, koperasi hanya akan berfungsi optimal apabila dikelola secara sehat, profesional, dan memiliki visi pengembangan jangka panjang.

Menurut dia, penguatan ekonomi umat harus dimulai dari pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan koperasi yang modern dan akuntabel. “Koperasi tidak cukup sekadar ada, tetapi harus benar-benar dikelola secara profesional agar mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Abd Rakhim Nanda menambahkan, seluruh ikhtiar ekonomi yang dikembangkan Muhammadiyah harus berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya prinsip ta‘āwanu ‘alal birri wat-taqwā—saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip tersebut, kata dia, menjadi landasan moral agar praktik ekonomi terhindar dari nilai-nilai yang bertentangan dengan syariah.

Selain koperasi, ia juga menekankan pentingnya pengembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi penguatan sosial-ekonomi umat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Ir. H. Mahmuddin, MH, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Ia mencontohkan, pada masa pandemi Covid-19, koperasi relatif mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi karena mengedepankan prinsip kebersamaan dan gotong royong.

Namun demikian, Mahmuddin mengingatkan bahwa tantangan utama koperasi saat ini adalah kualitas pengelolaan. “Jumlah koperasi memang banyak, tetapi yang kita butuhkan adalah koperasi yang sehat, modern, dan berdaya saing. Pengelolaannya tidak bisa lagi dilakukan secara seadanya,” tegasnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

AUCKLAND, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin bertindak....

Suara Muhammadiyah

7 June 2025

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah — Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi menyelenggarakan serah terim....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah -  Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA), Ustadz Wibowo....

Suara Muhammadiyah

15 October 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Badan Pelaksana Operasi (BPO) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda M....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Usia Muhammad Bara Birrul Walid memang masih belia, sekarang kelas 5 ....

Suara Muhammadiyah

17 March 2024