Pelbagai Kunci Kebahagiaan Sejati

Publish

16 November 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1636
Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengatakan, semua manusia mendambakan sebuah kehabagiaan. Yakni kebahagiaan yang bersifat sejati. Hal ini disampaikan saat Khutbah Jumat di Masjid Istiqlal Pasar Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Jumat (15/11).

“Kebahagiaan yang akan membawa kita kepada kedamaian, ketenteraman, dan ketenangan. Kebahagiaan sejati menurut ajaran Islam bukanlah kebahagiaan yang bersifat semu, melainkan kebahagiaan yang bersumber dari hubungan yang baik dengan Allah. Kebahagiaan yang berasal dari keseimbangan dalam hidup dan ketenangan hati,” ujarnya.

Kebahagiaan sejati telah terlukiskan dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya Qs at-Taubah [9]: 71. Menurut Muhadjir, redaksi ayat ini memberikan penjelasan, kebahagiaan sejati tidak hanya soal keberhasilan meraih kenikmatan duniawi dan bendawi (materi), tetapi kesuksesan dalam beribadah serta berbuat amal saleh.

“Kebahagiaan sejati ketika kehidupan kita selaras dengan tuntunan agama. Bisa menyeimbangkan (tawazun) antara kewajiban kepada Allah dengan kewajiban di dunia. Menjaga keseimbangan dalam berhubungan kepada Allah, sesama manusia, dan sesama ciptaan Allah,” katanya.

Dalam Al-Qur’an, ditemukan pelbagai muradif menyangkut konteks kebahagiaan. Yakni as-sa'adah, as-surur, dan al-falaḥ. Lebih lanjut, ada kategorisasi tentang kebahagiaan sebagaimana termaktub di dalam Qs al-Mu'minun [23]: 1-9.

Beberapa di antaranya meliputi bahagia khusyuk menjalankan salat, mampu menjauhkan dari perbuatan tidak berguna, menunaikan zakat, menjaga kemaluan (kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki), memelihara amanah, dan memelihara salat.

Menukil pandangan Imam Al-Ghazali, kebahagiaan sejati terletak pada hati yang selalu dekat dan tunduk kepada Allah. Dan merasa cukup dengan yang telah diberikan oleh Allah. Juga tidak terikat pada kelezatan duniawi semata. “Kebahagiaan sejati menurut Al-Ghazali yang meliputi kedamaian batin, ketenangan dan keberkahan dalam hidup,” ulasnya.

Sementara, Ibnu Miskawaih seorang cendekiawan Muslim mengungkapkan perbedaan antara kebaikan dengan kebahagiaan. Menurutnya, kebaikan adalah tujuan setiap sesuatu, sementara kebahagiaan adalah tujuan akhir. “Bagi Ibnu Miskawaih, kebaikan jasamni dan ruhani adalah puncak dari kesempurnaan sebuah kebahagiaan,” urainya.

Serupa itu, juga diperkuat dengan argumentasi Buya Hamka yang mengatakan, kebahagiaan sejati tercipta apabila seseorang mengenal dan dekat kepada Allah. Dan untuk mengenal Allah, seseorang harus menapaki jalan spiritual dan rasional secara seimbang. “Dengan cara itu, akan mengantarkan pada kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat,” paparnya.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji ini menjelaskan, kebahagiaan sebagai fitrah manusia. Menurutnya, segenap umat manusia pada hakikatnya menginginkan kehidupan damai, tenang, dan merasa hidupnya bermakna.

“Kebahagiaan sejati bersumber dari iman dan ketaatan kepada Allah. Dan kebahagiaan seperti inilah yang akan memberikan kedamaian yang tak ternilai harganya. Ketika hati kita dipenuhi rasa syukur kepada Allah, hidup kita akan lebih bermakna,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Prestasi gemilang diraih delegasi SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul ....

Suara Muhammadiyah

11 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengajian Ramadhan 1446 H yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

Kolaborasi dengan UMSU hingga Kopertais Wilayah IX MEDAN, Suara Muhammadiyah — Fakultas Agama....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Ranting (Musyran) Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul &lsquo....

Suara Muhammadiyah

17 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah  — Muhammadiyah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kepemimpin....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah