Pelopori Kerjasama dengan Vatikan, UMY Dorong Kerjasama Perdamaian dan Kemanusiaan

Publish

11 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
127
Kunjungan ke Saint Egidio. Foto Istimewa

Kunjungan ke Saint Egidio. Foto Istimewa

VATIKAN, Suara Muhammadiyah - Delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan (Prefect of the Dicastery for Interreligious Dialogue), sepakat mendorong koalisi organisasi keagamaan lintas tradisi untuk menghentikan economic war atau “perang ekonomi”. Perang tersebut dinilai telah memicu krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Vatikan, Roma, Italia, pada 5 Mei 2026.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., mengungkapkan hal tersebut di kampus UMY pada Senin (11/5). Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan koalisi organisasi keagamaan adalah kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan institusi keagamaan internasional lainnya dalam bentuk advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, serta aksi kemanusiaan nyata di lapangan.

Menurut Nurmandi, Kardinal Koovakad secara langsung menyampaikan keprihatinan Vatikan terhadap kondisi geopolitik global yang terus memburuk. Beberapa faktor yang menjadi perhatian ialah melemahnya otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pengabaian hukum internasional, serta tindakan sejumlah negara adidaya yang dinilai merugikan negara-negara yang lebih lemah secara militer maupun ekonomi.

“Kardinal menyampaikan perlunya gerakan bersama untuk menghentikan perang ekonomi di seluruh belahan dunia yang menimbulkan penderitaan umat manusia, termasuk anak-anak dan perempuan,” ujar Nurmandi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Rev. Fr. Markus Solo, S.V.D., Sekretaris Dicastery for Interreligious Dialogue yang merupakan pastor asal Flores, Indonesia. Kehadiran Markus Solo dinilai menjadi jembatan komunikasi penting karena latar belakangnya sebagai warga negara Indonesia yang memahami konteks keislaman di Tanah Air.

Sebagai tindak lanjut konkret, Muhammadiyah dan Vatikan sepakat membentuk tim perumus yang terdiri atas lima orang dari pihak Muhammadiyah untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Dokumen tersebut akan menjadi payung bagi berbagai program bersama lintas negara yang berlandaskan Deklarasi Istiqlal 2024 dengan dua agenda utama, yakni humanisasi dan pendidikan.

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan yang pertama secara formal antara Negara Vatikan dan organisasi Islam di Indonesia. Menurutnya, meskipun Vatikan selama ini telah menjalin hubungan dengan berbagai organisasi keagamaan di dunia, hubungan formal dengan organisasi masyarakat Islam Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Ini merupakan bentuk  antara Negara Vatikan dan organisasi Islam Muhammadiyah. Mungkin ini menjadi kerja sama pertama antara sebuah negara dengan institusi ormas Islam,” imbuh Bachtiar.

Ia menambahkan bahwa sebagai sebuah negara, Vatikan memiliki protokol diplomatik yang ketat. Karena itu, seluruh dokumen kerja sama nantinya akan melalui proses pemeriksaan administratif serta pertimbangan konsekuensi hukum dan kelembagaan bagi masing-masing pihak.

Agenda Kunjungan

Rombongan Muhammadiyah yang diwakili oleh Prof. Achmad Nurmandi, Anggota Majelis Pendidikan Tinggi yang juga menjabat Rektor UMY, Dr. Bachtiar Kurniawan, Ketua Majelis Pembinan Kader dan Sumberdaya Insani (MPKSDI), Prof. Zuly Qodir, Wakil Ketua Lembaga Kajian Strategis (LKKS) dan Velandani Prakoso, M.IP Sekretaris Eksekutif Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan (Diktilitbang) dengan difasilitasi Dutas Besar Indonesia untuk Vatikan Johanes Tris Kuncahyono pada tanggal 5 Mei 2026 melakukan serangkaian lawatan agenda ke berbagai institusi di Vatican dalam rangka membangun kemitraan strategis di berbagai bidang yakni seperti, pendidikan, kemanusiaan, lingkungan, dialog agama dan perdamaian.

Agenda pertama adalah audiensi dengan Menteri dialog antar agama (Dicastery for Interreligious Dialogue), Kardinal George Jacob Koovakad, Menteri, Kardinal George Jacob di dampingi sekretaris Menteri Rev. Fr. Markus Solo. SVD, yang notabaene adalah asli Flores Indonesia sebagai (Pontificium Consilium). Dicastery for intereligius Dialogue adalah Kementerian penting di bawah Paus yang membantu Paus dalam urusan terkait dialog antar agama dan lintas iman.

Audiensi dengan Deskateri menyampaikan gagasan tentang perlunya organisasi keagamaan diseluruh dunia dan Vatikan untuk menjaga perdamaian di tengah ketidakwarasan beberapa pemimpin dunia, yang menimbulkan dampak langsung diseluruh muka bumi. Muhammadiyah menyadari bahwa gerakan bersama umat beragama di seluruh dunia sangat penting untuk mencegah dan menyelesaikan konflik di berbagai negara. Dampak negatif dari ketidakwarasan tersebuat adalah kesewanang-wenangan sehingga memunculkan konflik bersenjata, tidak dipatuhinya hukum internasional, mandulnya PBB, dan perang yang dominan dengan motif ekonomi merambah sebagian besar dunia.

 Kardinal George Jacob Koovakad, Menteri Hubungan Antar Agama Vatikan menyampaikan perlunya gerakan bersama untuk menghentikan “perang ekonomi” (economic war) diseluruh belahan dunia yang menimbulkan penderitaan umat manusia termasuk anak-anak dan Perempuan, kematian manusia dan kejahatan perang dan seterusnya.

Muhammadiyah merupakan organisasi Muslim terbesar di Indonesia dan dunia, merasa terpangil untuk menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan dunia kontemporer dengan mengajak seluruh kekuatan agama termasuk Negara Tahta menjadi partner penting. Berpayung pada Deklarasi istiqlal pada tahun 2024, Muhammadiyah terpanggil untuk menindaklanjuti dengan langkah kongkrit dengan berbagai institusi kegamaan. Untuk itu Muhammadiyah dan Negara Vatikan sepakat menindaklanjuti dengan MOU untuk kegiatan-kegiatan kongkrit di seluruh dunia.

Kedua, Pada tanggal 6 Mei, rombongan Muhammadiyah mengikuti audiensi publik dengan Paus Leo ke 14 dan menyampaikan hasil pertemuan dengan Menteri Kardinal George Jacob Koovagad. Paus Leo menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan dapat segera ditindaklanjuti dengan kerja kerja konkrit dengan pesan yang jelas untuk perdamaian dunia.

Ketiga, agenda kunjungan ke lembaga pendidikan tinggi dibawah Vatikan yakni Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies (PISAI) (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica) dan  diterima oleh Presiden Rev. Don Wasim SALMAN. Presiden Wasim Salam menekankan pentingnya pemikiran Islam Indonesia khususnya Muhammadiyah disebarluaskan di seluruh dunia terutama para akademisi Vatikan. Dia memandang pemikiran Islam berkemajuan Muhammadiyah sangat penting bagi kemajuan dunia yang tidak sedang baik baik saja. Dia mengundang akademisi Muhammadiyah untuk mengajar di PISAI di waktu yang akan datang, memperkuat kerja dibidang akademik bagi dosen dan mahasiswa ke depannya dalam rangka membangun kesepahaman, dan memajukan ilmu pengetahuan. 

Keempat, agenda berkunjung ke markas komunitas Sant ‘Egidio, di Roma, komunitas ini adalah institusi yang bergerak secara internasional di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Dalam pertemuan di markas Sant Egidio, ada kespahaman bersama untuk memperkuat kerjasama yang semakin intensif lagi di bidang kemanusiaan, mempromosikan perdamaian, menyantuni orang lemah, miskin dan teraniaya. Muhammadiyah dan Sant Egidio ada kesamaan gerakan, yang sama-sama bekerja untuk pelayanan pada orang miskin, toleransi dan kemajuan umat manusia. (ID)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah berjuang menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) semes....

Suara Muhammadiyah

15 December 2023

Berita

Nur Winda, Anak Buruh Jahit asal Pemalang Jadi Wisudawan Terbaik  TEGAL, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

17 April 2025

Berita

SAMBAS, Suara Muhammadiyah - Nelayan Kampak Indah  Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas setelah men....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Saat ini, dunia bisnis yang makin kompetitif menjadikan produk....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

Yogyakarta, Suara Muhammamdiyah - Pusat Data Penelitian Pengembangan dan Jurnal Suara Muhammadiyah m....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah