Pemahaman Kelembagaan untuk Akselerasi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan

Publish

17 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1074
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Usaha untuk percepatan realisasi Desa Wisata Mundu terus dilakukan. Salah satunya adalah pembentukan kelembagaan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mundu telah terbentuk sebagai embrio awal pengelola Desa Wisata. Senin (16/3).

Tim Pengabdian yang diketuai Nur Hidayah S.E.,M.E yang beranggotakan Nur Andriyani, S.E.,M.E dan Winny Perwithosuci, S.E.,M.E, ketiganya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Surakarta menggandeng Dr Aflit Nuryulia Praswati S.Sos., SE, MM, CMA dari Program Studi Manajemen dan Diana Setiawati, S.H, M.H dari Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhamamdiyah Surakarta untuk memberikan pemahaman kelembagaan pada rintisan Desa Wisata Edukasi Berbasis Energi Terbarukan.

Nur Hidayah menjelaskan konsep dipilihnya Desa Mundu sebagai proyek pengembangan Desa wisata dalam bidang peternakan.

"Kekhasan Desa Mundu dikemas dalam berbagai kegiatan yang akan ditawarkan dalam beberapa paket Desa Wisata seperti pengolahan hasil peternakan, pengolahan hasil pertanian, dan pengolahan biogas," kata Nur menjelaskan. 

Kegiatan wisata, lanjutnya, tidak terlepas dari aturan dan konsep yang jelas dan terukur untuk memberikan pengalaman yang tidak terlupakan kepada wisatawan. Untuk memberikan kesan menyenangkan, ramah, dan memorable. Tim Pengabdian menyajikan materi sosialisasi mengenai penyusunan kerangka Standar Operasional Prosedur (SOP).

Adapun tim pengabdian menyampaikan bahwa penyusunan SOP dimulai dari struktur organisasi. Struktur organisasi harus jelas untuk mempermudah tugas pengelola desa wisata. Selanjutnya, SOP mengenai regulasi terkait paket wisata yang telah tersusun penting untuk disepakati sehingga kegiatan yang ditawarkan dapat berjalan dengan lancar. 

Tidak lupa juga infrastruktur dan fasilitas wisata juga harus ditentukan sebagai penanda untuk memudahkan calon pengunjung dan wisatawan. Tidak lupa, media dan konten pemasaran harus ditentukan untuk menarik calon pengunjung. SOP ini selain disepakati untuk menjadi pedoman pelaksana, juga bisa dikemas dalam bentuk booklet atau buku saku sebagai salah satu merchandise edukasi. 

Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan dukungan dana dari Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat jalinan kerja sama Desa Mundu dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Selain itu, pemberian sosialisasi mengenai kelembagaan diharapkan mempercepat realisasi Desa Wisata di Desa Mundu. (b/df)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024 tinggal menghitung hari,....

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar acara pelepasan p....

Suara Muhammadiyah

17 January 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Di arena sidang tanwir Muhammadiyah di Kupang, Majelis Pembinaan Kader ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Mengawali awal tahun 2026, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) ....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Berita

TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah