Pembangunan Asrama Mahasiswa Lembata Dimulai, Komitmen Nyata untuk Generasi Rantau

Publish

29 April 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1275
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah – Wakil Bupati Lembata, Muhammad Nasir, S.Sos., memulai secara resmi pembangunan Asrama Mahasiswa Kabupaten Lembata di Makassar melalui sermoni peletakan batu pertama pada Senin (29/4). Lokasi asrama terletak tak jauh dari Masjid Muhammadiyah Samata, di kawasan belakang UIN Alauddin Makassar, Gowa, Sulawesi Selatan.

Asrama ini dirancang sebagai tempat tinggal yang juga berfungsi sebagai ruang pembinaan akademik dan sosial bagi mahasiswa asal Lembata. Dalam sambutan panitia, disampaikan bahwa pembangunan asrama tidak hanya ditujukan untuk menyediakan tempat beristirahat.

“Tempat ini diharapkan menjadi pusaat kegiatan intelektual dan sosial, yang turut membentuk kesadaran dan kontribusi mahasiswa untuk masa depan Lembata,” ujar panitia, Ir. Iqbal.

Sejumlah tokoh Lembata turut hadir, di antaranya Prof. Rahman dan Dr. Dahlan Lamabawa, M.Ag., yang juga merupakan Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan. Acara juga dihadiri oleh Dosen UIN Alauddin, Haidir Fitra Siagian, serta utusan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Samata Gowa.

Prof. Rahman, Koordinator Presidium Masyarakat Lembata, menekankan pentingnya aksi nyata dalam merespns persoalan sosial mahasiswa di rantau.

“Ada mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah, bahkan yang meninggal dunia tanpa ada identitas yang jelas. Kita tidak bisa lagi sekadar berdiskusi, saatnya bertindak,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa gagasan pembangunan asrama ini telah lama bergulir, namun baru dua bulan terakhir digerakkan secara konkret oleh komunitas Lembata di perantauan. Prof. Rahman sendiri dikenal sebagai mantan Rektor Universitas 45 Makassar.

Konsultan proyek, Mursyid Mustafa, menjelaskan bahwa bangunan asrama didesain dalam waktu enam miggu dengan ukuran 6 x 18 meter dan total luas 500 meter persegi. Asrama tiga lantai ini akan memiliki 18 kamar, dengan kapasitas total 72 mahasiswa.

“Setiap kamar menggunakan sistem voucer listrik agar efisien, dan bangunannya dirancang minim biaya pemeliharaan,” jelasnya. Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp2 hingga 2,5 miliar, dengan tahap awal berupa survei dan pemeriksaan struktur tanah yang dimulai dari dana sekitar Rp3 juta.

Wakil Bupati Nasir menutup kegiatan dengan harapan agar asrama ini menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi mahasiswa Lembata. “Semoga ini menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuhnya gagasan besar dan pengabdian untuk daerah asal,” ujarnya. ***


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiap....

Suara Muhammadiyah

7 August 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung mene....

Suara Muhammadiyah

25 April 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang menduduki posisi pertama capaian propos....

Suara Muhammadiyah

4 May 2024

Berita

SUARA MUHAMMADIYAH, Surabaya - Empat website karya Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Kaprodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Iman Har....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025