Pemimpin Harus Hadir Memberikan Secercah Harapan, Bukan Sebuah Kekhawatiran dan Kegundahan

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

467
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah – Menjadi seorang pemimpin bukan soal jabatan yang mentereng, tetapi lebih dari itu, sebuah amanah yang harus ditunaikan sebagaimana semestinya. Di situlah, Abdul Mu’ti, memberikan penekanan penting.

Pertama, dalam sebuah hadis dikatakan, “Yassiru wala tu’assiru” yang berarti mempermudah dan jangan mempersulit. Apa implikasinya? Pemimpin harus hadir memberikan kemudahan bagi masyarakat, bukan membuat urusan menjadi semakin rumit.

“Jadi jangan pakai teori lama. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? Itu tidak boleh,” tegas Mu’ti.

Demikian Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengemukakan, Sabtu (27/6) saat Tabligh Akbar Semarak Tahun Baru Islam 1448 H di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah.

Kedua, “Basysyiru wala tunaffiru”, yakni memberikan kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh. Di sinilah peran seorang pemimpin, bukan malah memberikan pernyataan yang membuat rakyatnya menjadi khawatir.

“Pemimpin itu harus mudah ditemui, mudah dijangkau. Kalau ada apa-apa jawab. Jangan semua serahkan pada ajudan,” tegasnya lagi, yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ketiga, “Watathawa’u wala takhtalifu”. Kata Mu’ti, seorang pemimpin harus bisa saling memberi contoh kepada rakyatnya bagaimana hidup saling menghormati.

“Jangan seringnya itu berselisih aja padu terus (jangan berantem terus). Ada persoalan mari kita bicarakan,” ujarnya.

Sebab, dikemukakan Mu’ti, bangsa Indonesia memiliki budaya luhur berupa kerukunan dan musyawarah yang amat melekat dalam denyut nadi aktivitas masyarakatnya.

Hal ini berkelindan dengan Qs Asy-Syura ayat 38 tentang pentingnya menyelesaikan persoalan melalui pembahasan bersama.

“Kalau ada apa-apa bicarakan baik-baik. Kalau ada apa-apa jangan suka berkeras hati. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan dengan kepala dingin, bukan dengan kepalan tangan,” ajak Mu’ti.

Memasuki bulan Muharram, Mu’ti mengajak jamaah memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri. “Manusia perlu melihat kekurangan dirinya sebelum menilai kesalahan orang lain,” tegasnya.

Sisi lain, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menyebut, Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Kabupaten Purbalingga. Mulai dari bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah hingga perguruan tinggi dan bidang kesehatan melalui klinik, dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.

“Terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah yang selama ini telah ikut membangun dan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Purbalingga,” ungkapnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pelantikan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung Timur Pe....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Berita

Lahirkan Instruktur Profesional dan Transformatif KENDARI, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wila....

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DIY menggelar 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 202....

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

Prodi Ekonomi Syariah UMY Sukses Selenggarakan Workshop Penelitian Skripsi YOGYAKARTA, Suara Muhamm....

Suara Muhammadiyah

12 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah