BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DIY menggelar 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, pada Sabtu-Ahas, 4–5 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dalam 22 regu ini menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk kader 'Aisyiyah yang kokoh dalam ideologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta menjadi pelopor kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta berasal dari lima Pimpinan Daerah 'Aisyiyah kabupaten/kota se-DIY, PWA DIY, serta organisasi otonom tingkat wilayah.
Ketua PWA DIY, Widyastuti menegaskan, menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.
"Kader 'Aisyiyah diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Salmah Orbayinah menyampaikan, ketahanan keluarga tidak dapat dibangun sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk para mubalighat dan keluarga.
"Dakwah melalui pendekatan camp seperti Aisyiyah Cadre Camp menjadi model yang efektif untuk membangun kesadaran sekaligus memotivasi kader agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan," ujarnya.
Salmah mengingatkan bahwa berbagai bencana yang terjadi saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Ia mengutip QS. Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah tangan manusia.
"Bencana alam bukan hanya persoalan alam yang berbicara, tetapi juga karena campur tangan manusia, seperti keserakahan, kerusakan lingkungan, dan berbagai bentuk kekerasan terhadap alam," ujarnya.
Menurutnya, tema Aisyiyah Cadre Camp tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Persoalan sampah dan kerusakan lingkungan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dijawab oleh gerakan 'Aisyiyah melalui aksi nyata di masyarakat.
Ia berharap kader 'Aisyiyah mampu menjadi teladan di daerah masing-masing dalam menerapkan gaya hidup hijau. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki 'Aisyiyah untuk ditanami tanaman pangan sehingga terwujud budaya "apa yang kita tanam kita makan, dan apa yang kita makan kita tanam."
"Gaya hidup tersebut diharapkan menjadi ciri khas gerakan 'Aisyiyah sekaligus menjadi media edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya.
Salmah menegaskan, melalui Aisyiyah Cadre Camp diharapkan lahir kader-kader yang memiliki empat karakter utama, yakni kuat dalam ideologi dan kepribadian, memiliki sikap tanggung jawab serta akhlak mulia, mempunyai kemampuan kolaboratif di tingkat internal, nasional hingga global.

