BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Madina Pingit-Banjarnegara dalam hal ini adalah SMP Muhammadiyah Rakit di Tahun 2025 lalu mendapatkan bantuan Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen RI. Bantuan tersebut berupa penambahan 8 ruang kelas, kantor & Tata Usaha, Perpustakaan, Laboratorium IPA, dan beberapa kamar mandi beserta fasilitasnya. Dengan total bantuan yang diterima sebesar 4,1 Milyar. Ini merupakan karunia besar yang diberikan Allah SWT.
Pada hari Senin lalu (26/01) Menteri Dikdasmen RI, Abdul Mu’ti beserta rombongan dari Kementerian berkesempatan hadir di Banjarnegara dibersamai oleh Bupati Banjarnegara beserta unsur Forkompimda untuk meresmikan beberapa sekolah yang mendapat revitalisasi termasuk hadir di Kampus II MBS Al Madina sebagai wujud dari revitalisasi tersebut. Acara peresmian revitalisasi tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah (PDM & PDA) Banjarnegara, unsur Forkompimcam Kecamatan Rakit, Pimpinan Cabang Muhammadiyah & ‘Aisyiyah (PCM & PCA) se-Banjarnegara, serta warga persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Pingit-Rakit.
Dalam kesempatan baik tersebut Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Rakit, Slamet Hidayat menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih yang dalam kepada bapak Menteri Dikdasmen RI atas bantuan revitalisasi yang diberikan dan berkenan hadir untuk meresmikannya secara langsung. Slamet Hidayat juga menyampaikan dalam sambutan testimoninya bahwa momentum peresmian revitalisasi berbarengan dengan milad ke-6 MBS Al Madina. MBS mendapatkan anugerah yang berharga berupa sarana & prasarana gedung yang lengkap melalui “Program Revitalisasi Kemendikdasmen Tahun 2025”.
SMP Muhammadiyah Rakit memperoleh anugerah program revitalisasi ini karena telah terpenuhinya proses administratif, di antaranya karena grafik jumlah peserta didik yang terus meningkat secara konsisten setiap tahunnya, serta tersedianya lahan yang memadai untuk pengembangan sarana fisik. Gedung kampus II ini akan digunakan oleh santri putra MBS Al Madina. (ungkap Slamet)
Slamet Hidayat juga menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada keluarga Bapak Seger & Ibu Sri atas wakaf tanah yang diberikan, juga kerjasama yang baik antara pihak pesantren dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pingit. Semoga menjadi pahala jariyah untuk semuanya. Dengan adanya revitalisasi ini semoga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas santri-santri MBS Al Madina, serta bisa melahirkan generasi-generasi yang berilmu, beradab, berakhlak mulia, dan berguna bagi masyarakat dan bangsa.
Menteri Dikdasmen RI, Abdul Mu’ti dalam sambutannya menyampaikan bahwa program revitalisasi adalah program pemerintah RI khususnya di periode Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki, memperbarui, dan meningkatkan kualitas infrastruktur serta sarana dan prasarana satuan Pendidikan. Selain itu, bertujuan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman untuk bersama, sehingga dapat meningkatkan mutu Pendidikan dan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas di masa depan.
Abdul Mu’ti mengajak kepada semua pihak baik guru maupun masyarakat untuk selalu mendorong anak-anak semangat dalam belajar dan meraih cita-citanya. Untuk menghasilkan anak-anak yang berkualitas secara ilmu dan adab diperlukan sinergi antara sekolah/pesantren dengan orang tua di rumah, dan masayarakat. Maka, mari ciptakan lingkungan yang positif dan membangun untuk anak-anak.
Kemendikdasmen membuat 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Ini untuk mendukung perkembangan anak-anak dan melatih mereka menjadi anak-anak yang berilmu, berakhlak, disiplin, mandiri, serta sehat jasmani dan ruhani.
Kemudian Abdul Mu’ti mengingatkan penting bagi kita untuk mendidik anak-anak agar mereka memiliki 3 hal; pertama, Know it All, yaitu serba tahu. Pengetahuan dan wawasannya luas. Kedua, capable, yaitu serba bisa (terampil). Khususnya hal-hal yang dapat menunjang kehidupan di masa depan, seperti menguasai teknologi digital. Ketiga, humble, yaitu rendah hati tetapi tetap percaya diri.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa guru-guru di Indonesia akan ditingkatkan kualifikasinya dan kualitasnya. Dana revitalisasi di tahun 2026 ini akan ada tambahan dari Presiden. Dari dana tersebut 26% akan dialokasikan untuk sekolah-sekolah swasta. Pemerintah berusaha tidak membedakan antara sekolah pemerintah (negeri) dengan swasta. Sekolah swasta baik Muhammadiyah atau yang lainnya adalah mitra pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Ia menegaskan bahwa Sekolah swasta itu bukan anak tiri, sama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa. Siswa di sekolah swasta sama-sama anak Indonesia juga. (Ahmad Farhan)

