Pendidikan Dasar Tak Boleh Ala Kadarnya, Penentu Keberhasilan Jenjang Selanjutnya

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

285
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pendidikan dasar (foundational education) yang berkualitas menjadi sebuah keniscayaan di era kekinian. Kata Abdul Mu’ti, ini sebagai jangkar utama yang amat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan itu adalah proses kontinum. Proses yang berkesinambungan yang ditentukan oleh kualitas pendidikan di tingkat dasar,” terang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Dari sisi substansi, kebutuhan soal itu sangat tinggi. “Baik kebutuhan yang bersifat pragmatis maupun kebutuhan yang bersifat idealis,” beber Mu’ti.

Mencandra dua variabel kebutuhan tersebut, aspek pragmatisnya, diberikan sebuah sampel begini. Orang tua menyekolahkan anaknya di mana pun, yang terpenting ada gurunya, tanpa melihat parameter dari kualitasnya.

Berbeda halnya dengan aspek idealis. Aspek ini, sebut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, lebih menitiktekankan kualitas pendidikan ditempatkan pada nomor satu.

“Sejak awal anak-anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas oleh pendidik yang juga berkualitas,” jelasnya, Ahad (5/7) saat Sarasehan Pendidikan di Kompleks Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS).

Itulah yang kemudian menjadi pelecut Mu’ti untuk bertungkus lumus demikian rupa dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang bermutu untuk semua. Salah satu manifestasinya melalui penguatan dimensi pendidikan dasar ini.

“Kami tentu saja berusaha untuk bagaimana agar layanan pendidikan anak usia dini ini menunjukkan fondasi pendidikan di tingkat dasar dan menjadi penentu keberhasilan pendidikan di tingkat yang selanjutnya,” terangnya.

Ditambahkan Mu’ti lagi, pendidikan dasar akan menentukan bagaimana perkembangan anak berikutnya. Tidak bisa tidak, bahwa inilah sesungguhnya yang menjadi pokok pangkalnya.

“Kami berusaha untuk bagaimana agar pendidikan dasar itu menjadi pendidikan yang terbaik, menjadi pendidikan yang lebih diperhatikan,” tegas Mu’ti.

Tetapi, di lapangan menunjukkan ada yang berpendapat pendidikan dasar ala kadarnya. Demikian pula gurunya, pun ala kadarnya. “Padahal guru yang paling sulit sesungguhnya adalah guru TK dan guru SD,” bebernya.

Kenapa begitu? Pendidikan taman kanak-kanak dan SD itu, terang Mu’ti, harus dituntun betul terutama menyangkut keterampilan dasar Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung).

Baginya, ini menjadi basis elementer yang tidak sekadar diajarkan hal ihwal membaca, menulis, dan berhitung, tetapi harus mampu memahami apa yang dibaca, ditulis, juga dihitung.

“Juga keberanian mereka untuk tampil dengan rasa percaya diri, perkembangan motorik, perkembangan spiritual, perkembangan sosial,” urainya.

Bersamaan dengan itu, juga perlu menguasai kemampuan pelbagai hal yang berkaitan dengan kecakapan-kecakapan sosial tingkat dasar. Bagi Mu’ti, ini titik awal yang sangat menentukan bagi perkembangan anak-anak di masa depan.

“Bagaimana mengajari unggah-ungguh, tidak sekedar nggih dan boten. Itu menjadi sangat penting sekali ditanamkan,” tegas Mu’ti. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah (HIMES) Universita....

Suara Muhammadiyah

23 November 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor mengadakan Kegiatan M....

Suara Muhammadiyah

26 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Keberpihakan kepada kelompok paling rentan bukan sekadar sasaran prog....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah (SM) HM Muchlas Abror didapuk seba....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

LSP UMY Miliki 36 Skema Siap Dukung Calon Lulusan UMY  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembag....

Suara Muhammadiyah

17 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah