Pendidikan Dasar Tak Boleh Ala Kadarnya, Penentu Keberhasilan Jenjang Selanjutnya

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

231
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pendidikan dasar (foundational education) yang berkualitas menjadi sebuah keniscayaan di era kekinian. Kata Abdul Mu’ti, ini sebagai jangkar utama yang amat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan itu adalah proses kontinum. Proses yang berkesinambungan yang ditentukan oleh kualitas pendidikan di tingkat dasar,” terang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Dari sisi substansi, kebutuhan soal itu sangat tinggi. “Baik kebutuhan yang bersifat pragmatis maupun kebutuhan yang bersifat idealis,” beber Mu’ti.

Mencandra dua variabel kebutuhan tersebut, aspek pragmatisnya, diberikan sebuah sampel begini. Orang tua menyekolahkan anaknya di mana pun, yang terpenting ada gurunya, tanpa melihat parameter dari kualitasnya.

Berbeda halnya dengan aspek idealis. Aspek ini, sebut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, lebih menitiktekankan kualitas pendidikan ditempatkan pada nomor satu.

“Sejak awal anak-anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas oleh pendidik yang juga berkualitas,” jelasnya, Ahad (5/7) saat Sarasehan Pendidikan di Kompleks Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS).

Itulah yang kemudian menjadi pelecut Mu’ti untuk bertungkus lumus demikian rupa dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang bermutu untuk semua. Salah satu manifestasinya melalui penguatan dimensi pendidikan dasar ini.

“Kami tentu saja berusaha untuk bagaimana agar layanan pendidikan anak usia dini ini menunjukkan fondasi pendidikan di tingkat dasar dan menjadi penentu keberhasilan pendidikan di tingkat yang selanjutnya,” terangnya.

Ditambahkan Mu’ti lagi, pendidikan dasar akan menentukan bagaimana perkembangan anak berikutnya. Tidak bisa tidak, bahwa inilah sesungguhnya yang menjadi pokok pangkalnya.

“Kami berusaha untuk bagaimana agar pendidikan dasar itu menjadi pendidikan yang terbaik, menjadi pendidikan yang lebih diperhatikan,” tegas Mu’ti.

Tetapi, di lapangan menunjukkan ada yang berpendapat pendidikan dasar ala kadarnya. Demikian pula gurunya, pun ala kadarnya. “Padahal guru yang paling sulit sesungguhnya adalah guru TK dan guru SD,” bebernya.

Kenapa begitu? Pendidikan taman kanak-kanak dan SD itu, terang Mu’ti, harus dituntun betul terutama menyangkut keterampilan dasar Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung).

Baginya, ini menjadi basis elementer yang tidak sekadar diajarkan hal ihwal membaca, menulis, dan berhitung, tetapi harus mampu memahami apa yang dibaca, ditulis, juga dihitung.

“Juga keberanian mereka untuk tampil dengan rasa percaya diri, perkembangan motorik, perkembangan spiritual, perkembangan sosial,” urainya.

Bersamaan dengan itu, juga perlu menguasai kemampuan pelbagai hal yang berkaitan dengan kecakapan-kecakapan sosial tingkat dasar. Bagi Mu’ti, ini titik awal yang sangat menentukan bagi perkembangan anak-anak di masa depan.

“Bagaimana mengajari unggah-ungguh, tidak sekedar nggih dan boten. Itu menjadi sangat penting sekali ditanamkan,” tegas Mu’ti. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Ketum PP Muhammadiyah Buka PKKMB Umri  PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

15 September 2023

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhamm....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - PCM Rawalumbu Kota Bekasi Kembali akan menggelar Program Pemberdayaan E....

Suara Muhammadiyah

5 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah &....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah krisis moral dan etika yang mengkhawatirkan di dunia....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah