Pengajian Bulanan PCM Tombolo Pao, Hadirkan Pengurus MUI Sulsel

Publish

19 May 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
858
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Komisi Kominfo Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Ustadz Asnawin Aminuddin, tampil sebagai penceramah pada Pengajian Terpadu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Ahad, 18 Mei 2025.

Pengajian yang rutin digelar sebulan sekali oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tombolo Pao ini dihadiri oleh Ketua PCM Tombolo Pao Abdul Malik, Kepala Desa Tabbinjai Zubair, serta pimpinan dan pengurus dari berbagai ortom Muhammadiyah, antara lain Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Turut hadir pula pimpinan ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Tombolo Pao, termasuk Ketua PRM Tabbinjai, Nasrun, serta lebih dari seratus jamaah yang memadati lokasi pengajian.

Mengawali ceramahnya, Ustadz Asnawin mengajak para jamaah untuk memahami keutamaan majelis ilmu, seperti pengajian terpadu ini.

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang hati.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasul, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?’ Beliau menjawab, halaqah-halaqah dzikir. Maka hari ini, kita sedang berada di taman surga, insya Allah,” ujar Asnawin.

Ia melanjutkan dengan hadits Nabi Muhammad SAW: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), rahmat akan menaungi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk mulia di sisi-Nya.”

Dalam ceramahnya, Asnawin juga menyampaikan kisah heroik sahabat Nabi, Khalid bin Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, yang oleh Rasulullah dijuluki sebagai Saifullah atau Pedang Allah.

“Gelar Saifullah diberikan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Khalid bin Walid saat ia memimpin pasukan Islam dalam Perang Mu’tah,” ujar Asnawin yang juga menjabat sebagai pengurus Majelis Tabligh PWM Sulsel.

Khalid bin Walid adalah putra Walid bin Mughirah, salah satu tokoh kaya dan terpandang di Mekah. Ia berasal dari Bani Makhzum, satu kabilah dengan Abu Jahal, berbeda dengan Rasulullah yang berasal dari Bani Hasyim.

Sebelum memeluk Islam, Khalid adalah musuh keras Rasulullah, bahkan berperan penting dalam kemenangan pasukan kafir Quraisy pada Perang Uhud. Namun setelah hidayah menyapa, ia justru menjadi komandan tangguh yang membawa kejayaan bagi pasukan Islam.

Pada Perang Mu’tah, Rasulullah menunjuk tiga panglima: Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Ketiganya gugur satu per satu di medan perang. Meski Rasulullah tidak menyebutkan nama keempat, pasukan sepakat menunjuk Khalid bin Walid untuk memimpin.

“Di saat itulah, Rasulullah menyebut Khalid sebagai Pedang Allah. Di bawah kepemimpinannya, pasukan Muslim yang hanya berjumlah sekitar 3.000 orang berhasil bertahan dan mundur dengan strategi cerdas, meskipun harus menghadapi tentara Romawi yang jumlahnya diperkirakan mencapai 200 ribu,” tutur Asnawin. (Hadi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Ramah Difabel (FORDA) Univer....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Berita

JEMBRANA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Jembrana menggel....

Suara Muhammadiyah

29 June 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Di sela-sela pelaksanaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-112 di ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Jakarta P....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.....

Suara Muhammadiyah

16 November 2025