Pengajian UMKU, Hamim Ilyas Bahas Gerakan Ilmu dan Amal dalam Muhamadiyah

Publish

25 September 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
510
Dr Hamim Ilyas

Dr Hamim Ilyas

 “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Mujadallah 58 : 11)

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Senin, 25 September 2023,  Pengajian rutin Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan daring dibuka oleh Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, dan menghadirkan pembicara  Dr. H. Hamim Ilyas,  M.Ag..  Materi mulai pukul 07.30 WIB Hamim Ilyas yang juga Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan materi tentang ‘Gerakan Ilmu dan Amal Dalam Muhammadiyah, yang dihadiri Pengurus Badan Pembina Harian, Dosen dan Tenaga Kependidikan UMKU

Hamim Ilyas menjelaskan Risalah Islam Berkemajuan (RIB),  yang berisi konsep Islam Berkemajuan, gerakan-gerakan Islam Berkemajuan yang meliputi gerakan dakwah, gerakan tajdid, gerakan ilmu dan,  gerakan amal; dan perkhidmatan-perkhidmatan yang meliputi perkhidmatan keumatan, perkhidmatan kebangsaan , perkhidmatan kemanusiaan, perkhidmatan global dan perkhidmatan masa depan.

Sedangkan Hamim Ilyas yang juga Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta  menjelaskan Muhammadiyah dalam Gerakan Ilmu merupakan bagian perwujudan Islam Berkemajuan, sebagai berikut :

Pertama, Islam  sendiri sangat menghargai ilmu dan memandang bahwa orang yang berilmu lebih unggul dari mereka yang tidak berilmu (Q.S Az-Zumar, 39: 9). Mereka yang beriman dan berilmu diangkat derajatnya oleh Allah SWT (Q.S. AL-Mujadalah, 58: 11).

Kedua, Islam Berkemajuan memandang bahwa ilmu  sangat diperlukan dalam setiap segi kehidupan, berfikir, bersikap dan bergerak untuk mewujudkan ajaran-ajarannnya dalam kehidupan nyata.

Ketiga, Dengan ilmu, umat dapat menangkap pesan-pesan agama secara tepat, mengembangkan tata kehidupannya secara lebih baik, dan menciptakan hal-hal baru untuk memajukan tingkat peradaban manusia.

Keempat, Islam Berkemajuan meniscayakan gerakan ilmu yang berfungsi untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan.

Kelima, Gerakan itu diwujudkan dalam bentuk pengembangan lembaga-lembaga pendidikan, dari pra-sekolah sampai pendidikan tinggi, forum-forum pencerahan, pusat-pusat riset dan inovasi, dan pertemuan-pertemuan untuk mempercepat peningkatan capaian ilmiah. Pada tingkat individu, setiap mukmin harus senantiasa mempertinggi ilmunya dan pada tingkat lembaga, setiap kegiatannya harus mencerminkan misi keilmuan.

Hamim Ilyas menegaskan kembali bahwa Islam Berkemajuan menyebarluaskan ilmu dan mendorong seluruh umat manusia untuk kenguasai dan menggunakan ilmu untuk mewujudkan cita-cita kemajuan. Kemajuan ilmu dan teknologi dapat dicapai dengan memaksimalkan riset dan inovasi.

Cara berfikir berkemajuan membuka pintu luas bagi penelitian-penelitian yang mengantarkan pada penemuan-penemuan baru, dan sebaliknya semua penelitian dan penemuan baru itu akan mendorong kemajuan cara berfikir.

Al-Qur’an mendorong manusia untuk mempelajari alam raya seisinya sehingga berkembanglah ilmu sebagai rahmat Allah SWT.

Karena itu membangun “Gerakan Ilmu dalam Muhammadiyah”, dan menjadikan “Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu” harus diperkokoh untuk dapat menghadapi tantangan zaman dan mempertinggi mutu kehidupan.

Islam Berkemajuan menempatkan ilmu, teknologi dan juga seni sebagai jalan serentak dari dialog wahyu dengan kenyataan alami dan kehidupan manusia yang terus bergerak dalam memahami dan menghampiri kehendak Tuhan bagi kesejahteraan umat manusia secara universal.

Hamim Ilyas menjelaskan kembali Muhammadiyah dalam Gerakan Amal sebagai berikut, Pertama, Islam adalah din al’amal  (agama perbuatan), yang menekankan pentingnya amal sebagai implementasi dari iman yang merupakan cahaya bagi kehidupan, kekuatan yang menggerakkan dan kerangka pandangan dunia.

Kedua, Dalam merumuskan pemahaman dan pengamalan agama, aspek amal menjadi pertimbangan yang sangat penting. Pandangan tersebut nengantarkan pada sebuah keyakinan  akan pentingnya pelembagaan amal saleh yang berorientasi pada pemecahan problem-problem kehidupaan seperti lembaga-lembaga  kedermawanan, kesejahteraan, pemberdayaan, pendidikan, dan kesehatan.  Dengan pelembagaan itu, amal saleh bukan lagi semata-mata  dilakukan secara individual melainkan dalam bentuk gerakan yang terorganisai.

Sejalan dengan prinsip ini, keikhlasan, kesungguhan dan ketertiban dalam beramal merupakan implikasi dari keimanan yang menekankan ridha Allah sebagai tujuan. Keikhlasan itu harus dibarengi dengan bekerja sungguh-sungguh dengan cara yang sebaik-baiknya dengan prinsip-prinsip agama dan ilmu pengetahuan, agar memberikan manfaat yang seluas-luasnya. (Supardi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Dalam menarik minat turis asing yang beragama Islam, praktik wisata ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 6 Jawa Teng....

Suara Muhammadiyah

15 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi menerima emp....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Persoalan semakin menjamurnya fenomena kidfluencers di TikTok ini menja....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah