Pengintegrasian Keilmuan Dibutuhkan sebagai Jalan Hadapi Kompleksitas Zaman

Suara Muhammadiyah

5 May 2026

408
Prof Dr Muhammad Amin Abdullah, MA

Prof Dr Muhammad Amin Abdullah, MA

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Seiring dengan berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan niscaya terus mengalami pembaruan. Di sinilah, Muhammad Amin Abdullah, meminta kepada kader Muhammadiyah jangan eksklusif terhadap perkembangan tersebut.

“Kalau kita eksklusif, tidak punya teman yang kuat untuk jaringan,” tekan Dewan Pakar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKDSI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Mengingat cabang keilmuan itu sangat pusparagam. Bukan hanya cakupan berhenti di aspek keagamaan, tetapi bersamaan dengan itu perlu adanya integrasi antara cabang keilmuan yang lainnya.

“Orang sains juga harus tahu sosial, orang sosial juga harus tahu sains sedikit. Orang sains dan sosial juga harus tahu perkembangan pemikiran keagamaan kontemporer. Orang agama juga harus tahu sains dan tahu sosial,” tegas Amin.

Pengintegrasian itu, disebut Amin lagi, merupakan keniscayaan. Lebih jauh lagi, perlu adanya jangkar pola berpikir yang lebih luas, tidak jumud, parsial, atau bahkan konservatif.

“Itu supaya hidup tidak kadaluwarsa, harus ada integrasi (keilmuan, red),” ujarnya saat Darul Arqam Purna Kader Tingkat Vi Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Youth Centre Yogyakarta Tlogoadi, Mlati, Sleman, Ahad (3/5).

Memang demikian sifat keilmuan itu. “Saling terkait, saling menyempurnakan, saling mengkritik,” tambah Amin, di samping, basis yang paling substansial, kerangka keilmuan tidak dapat terpisah-pisah antara satu dengan yang lain.

“Jaringan hubungan sosial, akademik dan keagamaan itu penting. Kalau wawasan keilmuannya sempit pasti Anda terkotak-kotak,” imbunya, sekali lagi.

Itulah aksentuasi Amin terhadap relevansi keilmuan. Lebih fundamental lagi, pengintegrasian keilmuan tersebut sebagai bentuk respons terhadap dinamika kehidupan masyarakat saat ini.

“Saya yang mengkampanyekan integrasi ilmu antara sosial humaniora, sains, sosial, humaniora dan agama. Jangan dipisah-pisah, dikotomis. Dan cara berpikirnya tidak bisa tersegmentasi ketika berhadapan di masyarakat harus rasional,” bebernya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Masjid dan Mushola (LPMM) Kota Semarang me....

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Adalah fakta bahwa hidup menjadi Muslim yang disiplin tidaklah mudah. ....

Suara Muhammadiyah

23 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta pada tahun ajaran 202....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) ikut serta dalam kegi....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Indonesia Emas 2045 kerap diproyeksikan sebagai puncak kemajuan ....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah