Pengkajian Berbagai Risiko, MDMC Yogyakarta Wujudkan Resiliensi Bencana

Publish

4 December 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1256
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Yogyakarta mengadakan Lokakarya Pengkajian Risiko Bencana pada Ahad (3/12) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD). 

Mengusung tema “Sinergi Persyarikatan, Wujudkan Resiliensi Bencana,” kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kebencanaan dan membangun sinergi antar persyarikatan guna penanggulangan risiko bencana.

Ketua MDMC Yogyakarta, Arifudin Nur Rahman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Yogyakarta yang telah mendukung kegiatan ini hingga bisa berjalan sukses. Ia juga berterima kasih kepada pemateri, para tamu undangan, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan baik secara materil maupun imateril.

Aris Madani selaku Ketua PDM Yogyakarta dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Walaupun sempat ada perubahan jadwal, tetapi ia mengaku takjub hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta untuk hadir. 

Aris menyampaikan, Muhammadiyah, khususnya MDMC sudah sepatutnya mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi hari esok, utamanya terkait bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Salah satu ijtihad dan tajdid, menurut Aris, ialah dengan mengenal bencana dan risikonya serta berupaya menanggulangi dan mengeliminasi hal tersebut. “Ini namanya menerapkan Islam Berkemajuan,” imbuhnya.

Di hadapan sekitar 150 peserta, Rahmawati Husein selaku pemateri pertama menyampaikan terkait dasar-dasar bencana. Saat sesi brainstorming berlangsung, ternyata masih beragam persepsi peserta terkait apa itu bencana. Oleh karenanya, ia juga menggaris bawahi pentingnya penyamaan persepsi guna menyusun manajemen bencana. 

Terdapat tiga kategori manajemen bencana yang disampaikan Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat (LLHPB PP) ‘Aisyiyah tersebut, yaitu pada pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Pada pra bencana, dilakukan manajemen risiko bencana, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Sementara saat bencana dilakukan manajemen kedaruratan, dan manajemen pemulihan pada pasca bencana.

Senada dengan Rahmawati, Kepala Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana UAD sekaligus pemateri kedua, Anang Masduki menyampaikan bahwa persepsi seseorang terhadap bencana menentukan respon yang akan dilakukan. “Termasuk mengubah penanggulangan menjadi resiliensi itu membangun imunitas. Jadi kalau ada bencana sudah tangguh,” katanya.

Ia juga menekankan terkait pentingnya One Muhammadiyah One Resilience (OMOR) sebagai implementasi fikih kebencanaan yang telah dicanangkan Muhammadiyah. Dengannya semua warga Muhammadiyah sadar akan bencana, sehingga kemudian terbentuk Jamaah Tangguh Bencana. (Salma)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBS....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 10 perwakilan dari SD Ummu Aiman di bawah Yayasan Bani Salim Umm....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah - Setelah sebulan lamanya kita berpuasa Ramadhan, sekarang tibalah sa....

Suara Muhammadiyah

13 April 2024

Berita

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan dan kunjunga....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar melakukan kuliah lapanga....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024